Monday, 3 June 2019

SILUET KALA SENJA


Masih segar dalam ingatanku, cahaya temaram menerpa wajahmu kala Senja menyapa 
Berbingkai Jingga yang menghias carkawala 
Berpadu membentuk siluet nan mempesona 
Bersama deru ombak, kulihat sepasang jejak kaki beriringan
Kini Senja telah dilahap sang malam
Menyisakan rindu dan nestapa

Ia nampak muram, garis wajahnya lelah, matanya sembab
Masih berkabung melepas kepergian Jingga
Ia merindu setengah mati, menjerit dalam diam 
Dadanya semakin sesak menahan kesedihannya
Burung - burung saling bersahutan, apa gerangan yang menimpa Senja?
Tangisnya pecah menghujani bumi, deras sekali. 
Selamat jalan Jingga

Waktu telah sampai pada kesudahannya
Pupus sudah harapku, gumam Senja masih terisak
Perpisahan itu terasa begitu menyakitkan baginya
Ia kehilangan tawanya, juga senyumnya, juga warnanya, juga jiwannya
Cahaya keemasan Jingga tak lagi menghiasi langit Senja
Cakrawala menjadi pucat pasi tak berwarna

Bahkan hingga bertahun - tahun berlalu, hati Senja tak kunjung membaik 
Hatinya gersang merindu 
Dipeluknya erat siluet kala Senja nan indah itu 
Entah sampai kapan, ku kira selamanya. 

Selamat Jalan Jingga.. 

Puisi ini saya tulis beberapa tahun lalu, 


Saturday, 25 May 2019

THE WARMEST WINTER ( CHAPTER 2 )


I  N  T  R  O  V  E  R  T

Sayang, kemarin ibu mengobrol dengan Nyonya Ramsey yang memesan 500 Cinnamon roll minggu lalu. Ternyata putrinya satu sekolah denganmu. “ ibu membuka pembicaraan lain.

“ Yup, Helena Ramsey. “ jawab ku datar. 

Si rubah Ramsey itu, menganggap dirinya Kendal Jenner. Dia, Joane Alison dan Pamela Barnett membuat sebuah gank SMA yang membuatku muak. Gadis – gadis manja yang hanya tau bagaimana menghabiskan uang, mereka terbiasa keluar masuk restaurant kelas atas tetapi menganggap Buffalo Chicken terbuat dari daging banteng, atau yang lebih parah, saat Helena Ramsey mengatakan Quebec berada di benua Eropa. Kau boleh tertawa sampai rahangmu keram.

“ Ibu menawarkan diskon karena dia akan menggunakannya untuk acara amal, tapi dia menolaknya dengan sangat, well - rendah hati. “ ibu terdengar ragu.

“ Untuk dibagiakan kepada seluruh sekolah, tepatnya. Atas terpilihnya Helena Ramsey sebagai ketua pemandu sorak SMA kami. “

“ Apa ? kau bercanda? 500 cinnamon roll ? ”

“ Kukira itu tidak ada apa – apanya jika dibandingkan luas peternakan dan property yang mereka punya, Bill Ramsey. Aku membacanya di Koran pagi ini. “ tambah Nicholas. “ Well nona – nona, kita sudah sampai."

______________________________________________________________


Aku menghabiskan jam istirahat di koridor gedung bekas perpustakaan di lantai 3 yang tak pernah di lalui siapapun. Aku bisa melihat hampir seluruh sekolah dari sini, anak – anak yang sedang bermain basket di hari se – terik ini demi teriakan anak – anak perempuan kelas satu. Dan gadis – gadis itu sangat gila, maksudku, Pamella Barnett pernah menyimpan handuk bekas keringat Alex Boston saat kami kelas satu dulu. Aku ingin muntah, yang benar saja!

Aku membuka lembar ke 90 ‘Gone with the wind’ nya Margaret Mitchell hadiah dari Nicholas yang baru sempat ku baca. Ku teguk sedikit jus apel dingin yang barusan kubeli dari kantin, rasanya sangat menyegarkan membasahi tenggorokanku.

Walaupun aku tidak terlalu suka bergabung dengan anak – anak itu, aku suka mengamati mereka semua dari sini. Bagaimana interaksi mereka satu sama lain, tertawa, bertengkar, begitulah aku menghabiskan waktu ku yang membosankan ini.

Reaksi manusia bisa mereka manipulasi sendiri, tetapi jika kau perhatikan dengan teliti bahasa tubuh mereka menyampaikan kebenarannya. Bagaimana si pirang Alison berusaha tetap ‘terkesan’ dengan bualan Helena Ramsey tentang koleksi musim panas Kitten de Amor miliknya, agar dia tetap bisa diakui. Aku telah banyak melihat hal – hal semacam itu bagaimana mereka menelan bulat – bulat kekesalan dan ketidaksukaan lalu berkata “ Demi Poseidon yang Agung!, keren sekali!”

Begitulah  manusia lebih menyukai kebohongan yang manis dan berlari sejauh mungkin dari kebenaran jika menurut mereka  pahit. Melakukan apapun untuk menyeyangkan orang lain, kau tau hidup itu tetang berapa banyak koneksi yang kau punya. Dengan koneksi yang bagus, karir dan hidupmu akan berjalan mulus. Apa kau juga punya persfektif yang sama tentang konsep hidup? Nicholas tampaknya punya pandangan yang sedikit berbeda dari kebanyakan manusia yang kutemui. Nicholas, yang sepanjang hari bertingkah seperti Gagman di depan kami, kadang bisa sangat bijaksana. 

Untuk menikmati anggur di Valhalla, bangsa Viking harus pergi berperang. Medan perang mu saat ini kasat mata, manusia dan sifat - sifatnya. Mereka bahkan lebih mengerikan bukan? Jika kamu bisa mengatasinya, anggur terbaik Asgard ada di tanganmu. Itulah yang selalu Nicholas katakan padaku. 

“ Sera, kau Sera bukan? “ 

sebuah suara menahan langkahku menuju kelas di penghujung jam istirahat. Saat aku berbalik, ku lihat Dave berdiri tepat di belakangku.

“ Hei, kau diam saja. Jawab aku ! kau Sera kan? ”

Aku mengangguk.

Ia tampak mengamatiku dari ujung kepala hingga ujung kaki kemudian memberiku ekspresi yang aneh. Apa aku terlihat bodoh? Apa yang dipikirkan anak ini, entahlah.

“ Kenapa aku tidak pernah melihatmu, Sera? Padahal kita satu kelas. Sangat aneh.”

“ Tidak sama sekali, karena kau hanya masuk beberapa kali dalam seminggu. “ jawabku agak ketus, dia terkekeh.

“ Cepatlah, tentang apa ini Dave? Kau punya waktu 5 menit.” 

Suaraku terdengar ketus dan dingin, dia menyipitkan matanya sorot matanya menembus kedalam mataku. Membuatku, katakanlah – merasa aneh. Kami masih berdiri disana beberapa detik kemudian. Aku selesai menghitung dalam hati dan anak ini masih tidak berkata apapun, baiklah Sera, kau baru aja membuang 5 menit mu yang berharga. Aku melanjutkan langkahku, meninggalkannya yang masih membeku disitu.

“ Hei Sera! Aku belum selesai, cepatlah kembali !"

____________________________________________________________

“ William, apa kau kenal gadis kutu buku yang duduk disana? Aku terkejut ternyata dia tahu namaku, ‘Tentang apa ini Dave” seperti itu. Begitulah dia menyebut namaku”

David Larsson,  bermata biru dan berambut perak khas orang Skandinavia. Ia berbisik kepada William dengan suara yang keras, cukup keras untuk didengar seluruh kelas. Semua anak sontak bertukar pandang sebelum memandang kearahku. Seketika aku menjadi sangat gugup, bertambah gugup saat mendengar langkah Dave mendekat kearahku. Apa yang akan dilakukannya? Aku tidak punya keberanian untuk menaikkan pandanganku dari meja karena mereka semua masih memandangku.

“ Oh ya? Apa kalian pernah bicara sebelumnya?” timbal Wiliiam, si jangkung teman sebangkunya. 

Dave terlihat bepikir sejenak. “Nope, ku rasa karena aku cukup popular.”

Yang benar saja? Popular? Aku ingin terawa sekencang – kencannya, anak ini benar - benar sakit. Aku terkekeh pelan. Bisa - bisanya dia berpikir demikian. 

Tak kusadari Dave sudah hanya beberapa langkah dari mejaku, ku lihat mata hijaunya mengamati ku. Sial, apa yang diinginkan orang ini? Aku tak menghiraukannya, ku buka lembar demi lembar buku, berharap dia segera pergi. 

" Hei, apa yang salah dengan mu? mengapa kau terus mengacuhkan ku?" 

" Sebentar lagi kelas Professor Sullivan akan dimulai. Silahkan katakan yang kamu inginkan." Mungkin aku terdengar sedikit ketus, atau terlalu ketus? Ku lihat garis wajahnya sedikit berubah. Kemudian dia berbalik dan kembali ketempatnya. Tunggu, apakah aku keteraluan padanya? 

Bersambung


Sunday, 19 May 2019

THE WARMEST WINTER ( CHAPTER 1 )

Holla amigos!
It takes forever for me to write on this blog again! Belakangan ini lagi punya waktu luang untuk nulis lagi. Sebenarnya project cerita ini konsepnya udah lama banget saya buat, masih jaman nge-ship Khuntoria. Well, they both are inspiring me to write this story. Hope you guys enjoy this! Thank you. 

S  L  E  E  P     P  A  R  A  L  Y  S  I  S

Dada terasa sesak, napas seakan sudah berada di tenggorokan, ku dengar suara samar memanggil manggil. Jauh dalam kepalaku, aku berusaha mencerna apa yang terjadi, seperti benang - benang kusut yang susah payah aku coba urai kembali. Semua terasa abu - abu, dan hampa. Kudapati diriku buta, tuli dan bisu.

Meringkuk sendirian dalam ruang tak bersudut nan suram, bertanya – tanya dimanakah ujungnya. Apakah aku baru saja bertanya pada diriku sendiri? Sebab tiada apapun disini selain pikiranku, bahkan aku tidak bisa melihat diriku sendiri. Dan begitulah aku berakhir, terkurung dalam pikiranku sendiri.
Ku dengar kembali suara samar itu memanggil setelah sekian lama, suara apakah itu? Aku menunggunya datang kembali.

Satu, dua, tiga, empat, lima, ia tak kembali.

Tapi terus kuhitung dalam kepala. Ku dengar jantungku berdenyut bersama kesadaran yang sedikit demi sedikit kembali memenuhi tubuhku dari ujung ke ujung tanpa celah.

Gelombang – gelombang menghantam gendang telingaku, otak ku berusaha mengenali setiap suara yang datang. Otot – otot tubuhku kaku tak bekerja, saraf – saraf nya seperti mati.

“Sera.. Sera.. Sera..”

Suara itu terus berdengung, yang ku kenali sebagai suara ibu.
Aku bisa berpikir dan mendengar, tapi tidak bergerak. Otot – otot tubuh ku masih tak bekerja, bibirku rapat tak bersuraa. Apa yang terjadi? kepanikan memenuhi diriku.

Bangun.. ! bangun.. ! bangun.. !

Pekikan keras dalam kepalaku tapi tak terjadi apapun. Seakan otot dan saraf ku sudah tidak patuh lagi. Mataku tetap tertutup ketika kuminta terbuka, tangan dan kaki tetap kaku saat ku minta bergerak. Ku coba lagi, tetap tak bisa. Aku semakin panik.
Sekuat tenaga aku berontak dari belenggu ini. Ku hitung mundur dan kurasakan diriku terjatuh dari puncak tertinggi Burj Khalifa menghantam tanah – aku sadar.

Napasku masih terengah – engah, gemetaran. Mataku dengan panik menerawang sekeliling, perut terasa mual memikirkan apa yang barusan saja terjadi.

“ Sera.. “ sentuhan ibu pada bahu kanan mendatangkan kekuatan dan kuasa atas tubuhku sendiri. Otot dan saraf sudah bekerja dibawah kesadaranku. Tubuhku terasa sangat lemas seperti telah melepas banyak energi. Jari jemariku bergerak merasakan seprei merah muda yang masih harum. Tanganku bergerak meraih tangan ibu. Aku melihat ia tersenyum , aku mengatakan sesuatu yang ku yakin ia tak mendengarnya.

“Apa? Kau bilang apa?”

“Selamat pagi.” Jawabku.
__________________________________________________________

Pagi ini terasa seperti biasanya, tipikal pagi seorang ‘Sera Namira’ yang sudah kujalani selama 17 tahun. Sebenarnya masih terasa lemas setelah pergulatan pagi tadi, terlebih semalam perutku hanya diisi dengan keripik tortilla. Berharap pagi ini bisa mendapatkan sarapan yang cukup menyenangkan, yang kudapat hanya muffin sisa semalam dan segelas jus jeruk.

“ Cepatlah Sera, kita sudah terlambat.” 

Ibu berteriak dari ruang tamu padahal aku belum selesai minum. “Baik bu, aku datang.” jawabku bergegas mengambil ransel. Diluar ibu sudah siap dengan blouse V-neck putih yang senada dengan kemeja Nicholas, tunangan ibu ku yang dalam satu bulan akan menjadi ayah tiriku. “ Ini tidak direncakan, ku kira semacam ikatan batin. “ jelas Nicholas seperti ia mampu membaca pikiranku. “ aku memberinya tatapan ‘apakah aku bertanya?’ dan ia hanya tersenyum membuka pintu mobil untuk ku.

Sepanjang perjalanan ibu mengoceh tentang betapa indahnya Maldives, dan betapa beruntungnya dia bila bisa kesana. Well, kita semua pasti tahu kemana arah pembicaraan ini, sebuah bulan madu romantis di pulau dengan pantai dan sinar matahari yang hangat jauh dari kota yang sibuk. Dan aku akan menghabiskan liburan musim panasku dengan mengunci diri di kamar dan melalui hari hari yang tenang.

Ibuku, Victoria membuka sebuah toko kue yang cukup ramai. Ia adalah seorang sanguinis, extrovert dan sangat menyenangkan. Berbeda dengan ku, tertutup dan kaku - membuat ibu sangat khawatir jika aku tidak punya teman. Aku tidak ke bioskop, tidak pergi bersama teman – teman saat liburan atau apapun itu yang mereka sebut sebagai ‘bersosialisasi’. Anak – anak itu terlalu berisik, menghabiskan waktu di caffee berjam – jam, mengunyah sebanyak mungkin makan yang mereka bisa sambil mengeluarkan sumpah serapah untuk mantan dan orang yang lebih popular dari mereka di sekolah, sungguh menjijikkan! Atau memamerkan dress musim panas atau palette Anastasia Beverly hills yang sedang mereka pakai.

Dan ibu menyuruhku mengundang mereka hampir setiap akhir pekan? demi dewa Zaus di Gunung Olympus, tidak akan ! 
_________________________________________________________

Bersambung 


Saturday, 21 April 2018

Melihat Wajah Suku Sasak Lombok di Desa Sade



Hallo semua! Senangnya bisa kembali menulis di blog ini.

Kali ini saya akan membagikan pengalaman saya meng- handle dua couple dari Kuala Lumpur sekaligus me-review beberapa spot menarik di Lombok tentunya. Tour berlangsung selama 4 hari 3 malam. Jujur saja, bagi saya meng-handle couple itu lebih gampang daripada group atau individu. Their partner will take care of them most of the time, karena beberapa kali begitulah yang saya temui di lapangan. Jadi yang saya lakukan hanya capture that moment.

Couple yang saya bawa masih muda jadi mereka lebih santai, pekerjaan saya selama 4 hari itu terasa sangat ringan. Di hari pertama saya harus menjemput rombongan di Bandara Internasional Lombok, Praya Lombok Tengah dengan driver saya, Mas Mulyadi – biasa saya panggil mas Mul. Beliau sudah jadi partner tour saya sejak beberapa tahun lalu. Orangnya asik, santai dan tidak suka mengeluh. Yah, beberapa kali saya temui driver yang sangat suka mengeluh, I means – ketika durasi tour agak molor sedikit karena tamu lama makan, pengen lama di tempat wisata dan sebagainya, mereka akan menggerutu. Namanya kita jual jasa, sebisa mungkin mereka harus happy selama liburan.
Saya pribadi sangat takut dan suka kepikiran kalo tamu ada gelagat gak puas. Mereka sudah terbang jauh – jauh untuk liburan, mengeluarkan biaya juga waktu, terus gak happy? I would feel very bad if that happen.

Back to the tour,
Ketika nunggu di terminal kedatangan, saya sempet bolak – balik pintu depan dan samping. Jadi sebenernya pintu samping itu buat yang mau naik bis tapi entah kenapa banyak penumpang private car keluar dari sana. Jadi buat jaga – jaga saya bolak balik aja.

Dari bandara kami makan siang dulu di rumah makan Padang. Choo bilang mereka sudah pernah makan masakan padang di Jogja, ini adalah kedua kalinya mereka ke Indonesia. Rumah makannya ada persis di seberang Bandara. Saya cuma minum jus alpukat, kalau kenyang ketemu AC saya biasanya bakal ngantuk berat. Hahaha

Tujuan pertama kami adalah Desa Sade di Rambitan. Desa ini adalah salah satu desa adat suku sasak, suku asli Lombok. Selain Sade, ada beberapa desa adat lain seperti Ende dan Bayan. Tapi konon Sade adalah yang paling tua dan populer. Butuh waktu sekitar 15 menit untuk sampai, dari tampilannya  waktu ke waktu desa ini terus mengalami perbaikan. Saat itu suasana cukup ramai, saya lalu memanggil guide setempat. Sebut saja Pak Hamid, saya lupa namanya. Ada beberapa kelas guide disini, tergantung dari bahasa yang dikuasai. Semakin bervariasi semakin mahal tarifnya.

Pak Hamid mengajak kami berkeliling dan menjelaskan pakai bahasa Indonesia, kemudian saya terjemahkan ke dalam bahasa inggris.

Sade merupakan desa adat sakaligus desa wisata, sehingga desa ini adalah desa ‘normal’ masyarakatpun hidup dan beraktifitas seperti biasa. Sade disebut desa adat karena masyarakat Sade masih memegang nilai nilai adat dan tradisi asli suku sasak. Dijaman yang kian modern ini, mereka masih memilih tinggal di rumah – rumah kayu beratap ilalang, lantai tanah liat yang setiap minggu dipel menggunakan kotoran sapi. Iya, kotoran sapi ! ini bertujuan supaya lantai semakin kokoh, juga menghindari nyamuk dan debu. Tiga hari pertama bau akan sangat menyengat, tetapi setelah itu tidak lagi.

Pak Hamid menjelaskan bahwa sade terdiri dari sekitar 700 jiwa dengan sekitar 150 Kepala Keluarga. Setiap rumah atau dalam bahasa sasak disebut ‘bale’ di tinggali oleh 1 kepala keluarga saja.

Tak lupa kami melihat – lihat kedalam rumah, terdapat 2 ruang saja yakni sebuah kamar dengan pintu yang yang letaknya lebih tinggi merupakan tempat tidur untuk anak gadis, sementara diluar untuk anak laki – laki dan orang tua.





Pak Hamid menjelaskan, atap rumah yang berupa ilalang tersebut akan diganti 16 tahun sekali.

Masyarakat disini masih memelihara keterampilan menenun kain, yang disebut songket. Semua dibuat dengan manual menggunakan alat tradisional. Dari mulai memintal kapas menjadi benang, hingga menenun benang menjadi kain. Keahlian tersebut diwarisi turun temurun terutama kepada anak perempuan. Konon untuk bisa menikah, perempuan sasak harus bisa menenun kain.

Kami kembali di ajak berkeliling oleh Pak Hamid ke bale lumbung, yakni dimana mereka menyimpan hasil panen. Pada tiangnya dibuat semacam pyramid terbalik agar tikus tidak bisa masuk.
Selain bale lumbung terdapat berugak panjang yang menjadi tempat musyawarah sekaligus tempat digelarnya acara pernikahan, tak lupa Pak Hamid menjelaskan mengenai adat pernikahan yang terbilang unik. Kawin lari, sebuah tradisi adat yang masih dipegang teguh masyarakat suku sasak. Tak hanya di desa sade, bahkan di daerah tempat tinggal saya di Mataram yang bisa dibilang sudah lebih modern, masih ada kawin lari.


Kawin lari disini agak berbeda, dikatakan kawin lari sebab tidak memakai proses melamar. Selain itu pcalon pengantin perempuan akan ‘diculik’ dna dibawa ke rumah kerabat laki – laki selama satu malam. Keesokan hari nya, keluarga laki – laki akan mengirim selabar atau kabar berita dengan mengutus beberapa orang ke rumah calon pengantin perempuan. Barulah musyawarah akan dilaksanakan untuk menentukan tanggal serta prosesi perkawinan adat lainnya.

Selain bekerja sebagai petani, masyarakan desa Sade juga membuka gerai – gerai souvenir yang menjual baju, kain, dan pernak pernik khas Lombok lainnya, dan Pak Hamid mengajak kami melihat gerai miliknya. Setiap kelapa keluarga biasanya mempunyai gerai sendiri.



Lalu Choo bertanya kepada saya, “Haruskah saya membelinya?”
Anda tidak harus membeli jika memang tidak berminat, tapi kalau ada memang berminat silahkan saja.



Setelah sekitar 30 menit berkeliling desa Sade, kami berpamitan kepada Pak Hamid dan berterima kasih telah membawa kami berkeliling. Kami segera berangkat ke tempat selanjutnya yaitu pantai Tanjung Aan.

Postingan ini masih berlanjut ya! 



Tuesday, 13 September 2016

Paket Tour Lombok Murah, DAY TWO !

G I L I    T R A W A N G A N . . .

Liburan ke pulau Lombok akan sangat nggak seru kalau melewatkan si party island ! Yup begitulah sebutan untuk pulau kecil di utara lombok karena disini nggak siang nggak malam selalu penuh aktifitas - have fun all day long. So, pasti masuk dalam list tujuan program kali ini. Selain Gili Trawangan ada beberapa destinasi lain yang masuk itinerary seperti Malimbu, dan pusuk - the monkey forest. 

Sekitar jam 9.00 pagi saya sudah tiba di hotel untuk menjemput rombongan, as I told you before nggak salah recommend tempat ini. Sementara menunggu yang lain selesai sarapan di restauran yang persis ditepi pantai, semilir angin pagi rasanya damai sekali sembari rebahan cantik di beanbag sambil menikmati panorama pantai senggigi di pagi hari. Inilah indahnya jadi tour operator. hihihihiiii.. Setelah bersantai dikit sayapun pergi ke receptionist untuk mengecek tagihan, well paid lah. Saya langsung naik atas sambil ngecek rombongan biar nggak ada yg ketinggalan. And here we go, cuss Pak driver. 

Jalur yang kami ambil adalah jalur senggigi karena menuju bangsal itu bisa juga lewat pusuk. Berhubung kami akan mampir malimbu jadi lewat senggigi aja sekalian mampir ATM dan minimarket beli minuman dll karena tahu sendiri harga barang - barang disana bisa 2 kali lipat. Sepanjang perjalanan mata dimanjakan panorama laut yang biru dan pohon kelapa yang cantik sekali serta melintasi medan berbukit nan elok. Tak lupa kami membahas beberapa hal mengenai lombok, adat sitiadat, kebiasaan, makanan khas dan sebagainya sesekali bercanda mengisi waktu.


Our first destination, Malimbu . Malimbu ini semacam tikungan yang diatasnya ada bukit kecil. Di spot ini kita bisa melihat pemandangan 3 Gili yang berjejer. Disini biasanya orang - orang akan mampir sambil selfie ria. Tapi nggak lama sih, cuma 15 menit aja kita sudah lanjut lagi biar nggak kesiangan.

Kita akan nyebrang ke Gili T bukan melalui pelabuhan bangsal melainkan Teluk Nara sebelum Bangsal karena kami akan naik speed boat !! Yeyeyyeyeee.. bukan public boat dong ya ! salah satu enaknya speed boat selain lebih speed, nyaman dan fleksibel. Kalo public boat kita harus tunggu sampai penumpang penuh baru berangkat. Karena kita charter speedboat jd tergantung kita baliknya nanti jam berapa tinggal calling si jokey. 

Sambil menunggu boat berangkat nih
Nih bagus kan boatnya? and its speed guys rasanya kaya naik jetsky gitu. Dan salah satu pengalaman paling seru karena beberapa baru pertama naik speedboat. Guyonan mabok lautpun dimulai.. Teriakan demi teriakan pun terdengar entah teriakan gembira, takut, saya nggak tau. Apalagi saat si driver mulai memperlihatkan atraksi bergulat sama ombak, amazing banget !! hahahahaaaa.. pokoknya seru deh. Karna speed nyampenya sekitar 7 menit doang bray. 

And welcome to Gili T ladies and gentlemen..

Desir ombak, pasir putih dan sinar matahari cerah langsung menyembut kedatangan kami..hihihii... As we know that udara disini seger, nggak ada kendaraan bermotor, transportasi yang diperbolehkan hanya sepeda dan cidomo alias gerobak dengan kuda. Saat sampai kita mencar - mencar nih karena ada yang mau snorkeling dan ada yang cuma pengen jalan - jalan aja. Yang pengen jalan - jalan pun naik cidomo deh keliling Gili T and yes, I accompany others. Kita ambil public snorkeling, and it was really a unforgettable experience. Kita ambil snorkeling 3 Gili jadi ada 3 spot di Gili T, Air dan Meno selama 3 jam.

Baru naik boat lagi

Aku hitung - hitung boat besar ini isinya sekitar 35 orang. Setelah sampai ke tengah - tengah atau spot pertama. Instruktur terlebih dahulu memberikan penjelasan *in english* haahaha karena sebagian besar bule semua vrooh. Disini masih pada happy dan ketawa ketiwi. And well ketika boat sudah berhenti dan semua siap - siap untuk terjun berenang. Jadi kita bakal berenang negikuti kapal dan ketika sudah tidak kuat tinggal angkat tangan maka kapal akan mendekat.

Sumpah ombaknya nggak nahan karena kapalnya berenti, sempet pusing sedikit tapi I'm fine. Nah adeganpun dimulai saat mabok laut bahkan beberapa nggak turun dan lebih milih tinggal di kapal. And congratulation buat Mba Irma yang sukses terjun.. hahaha

Tetapi karena ada yang nggak kuat akhirnya kita menyerah di spot pertama dan charter boat lagi untuk balik ke Gili T. Setelah calm down dan istirahat di gazebo kitapun makan di Green Cafe yang menurutku paling murah dibanding yg lain. Masakan - masakan indo harganya terjangkau 20ribuan. Setelah keliling sebentar kitapun balik ke Teluk Nare. 

Tujuan selanjutnya adalah Pusuk - the monkey forest. Di pusuk ini medannya agak ekstrim berkelok - kelok tapi pemandangannya worthed banget. Hutan tropis di kaki Gunung rinjani. Dan ucapkan salam pada penghuninya, monyet - monyet jinak. Walopun awalnya agak takut tapi lama - lama mereka fina - fine aja di ajak selfie.


Lumayanlah, monyet - monyet yg lucunya agak maksain dan pemandangan alam Pusuk yang indah ini jadi penghibur setelah mabuk laut. Ternyata masih pukul 4 sore masih ada waktu sebelum balik ke hotel alhasil kita putuskan untuk ke Narmada di Lombok Barat. Unfortunatelly karena hujannya besar, wes balik ae ke Senggigi. Dalam perjalanan eh hujannya malah berhenti - sialan dalam hati. Husssh.. astagfirullah. Hahaha

Melewati kota Mataram kami singgah dulu untuk beli oleh - oleh didaerah rembiga. Setelah puas cuss istirahat di hotel. Anyway still, It was really a good time. 

Tinggal satu nih, DAY III !! Tunggu postingan selanjutnya yah.

- MAYA -
mayantiitrina@gmail.com
085754536001 wa/chat/call



Saturday, 7 May 2016

Paket Tour Murah Ke Lombok 3 hari 2 Malam cuma 800 ribu !!

L  O  M  B  O  K . . .

Penat bekerja atau rutinitas lainnya, ngga ada salahnya coba untuk liburan. Karena di kondisi penat dan stress tersebut tentu saja kinerja kita ngga akan maksimal. So say hi to holiday !!! karena banyak banget yang request so akhirnya aku putuskan untuk memposting artikel mengenai paket tour di lombok. Salah satu keuntungan yang kita dapat dengan membeli paket tour saat liburan ialah ngga repot ngurusin ini itu, book hotel lah, cari transport, browsing spot keren dan lain - lain. Kalo pakai tour organizer kamu bisa sesuaikan dengan budget kamu kok. Hehehehee.. 

Firstly, tenang aja paket yang aku buat ini aman dikantong kok. Aku berusaha cari - cari cara biar service oke tapi harga terjangkau. Satu lagi tips buat kalian yang mau liburan alangkah lebih baiknya nggak cuma sendiri ato berdua. Karena selain fasilitas jumlah pax sangat menentukan harga loooh. Contohnya kalau 2-3 orang biasanya di charge diatas 1,5 juta tapi kalo 7 orang aja bisa 800 ribu, lumayan kan sisanya buat beli oleh - oleh. Nah daripada panjang lebar monggo di cek paket tour 3 hari 2 malam di lombok.. 

Alhamdulillah, beberapa hari yang lalu saya berkesempatan menemani romongan Mba Irma dan kawan - kawan dari Jember berlibur dengan bekal paket tour murah meriah ini. Total ada 14 orang dalam rombongan ini 12 wanita - wanita cantik dan 2 laki - laki tampan tentunya. 

ITINERARY
Sebenarnya untuk itinerary sifatnya flexible tergantung keinginan tamunya, selama tamu merasa senang dalam liburannya. Its oke then ! Tapi saya tetap memberikan rekomendasi - rekomendasi tempat tujuan yang sesuai dengan ketertarikan tamu. Couse lucu aja kalau tamu lansia ato bumil diajak ke Air terjun senaru yang anak tangganya ratusan ? I'll show you the way and you choose the journey 

DAY 1
Rombongan tiba kira - kira jam 09.00 pagi di Bandara International Lombok, Praya. Driver bersama tour guide sudah menunggu di bandara dengan Mobil Hino 18 seat yang super nyaman. 


Setelah manage bagasi dan lain - lain cuss melucur pantai Kuta and Tanjung Aan. Day 1 ini emang tema - nya exploring pantai - pantai selatan lombok. Destinasi dihari pertama antara lain :

Pantai Kuta, Tanjung Aan, Bukit Meresa, Selong Belanak

Selain Bali, lombok juga punya pantai Kuta yang letaknya di Kabupaten Lombok Tengah. Pantai berpasir putih ini indah sekali dan cukup ramai sekarang jadi sudah banyak fasilitas penunjang seperti restauran, bungalows, homestay bahkan Resort. Dulu sempet nginep di salah satu Resort depan pantai Kuta namanya Tastura Resort. Makan siang biasa kami tawarkan di salah satu Restoran/rumah makan di sekitar pantai Kuta. Setelah makan siang rombongan menuju Tanjung Aan yang lokasinya tidak jauh dari pantai Kuta, pantai ini terkenal dengan pasirnya yang seperti butiran merica.


Tak jauh dari Tanjung Aan kita bisa melakukan aktifitas soft trecking menuju Bukit Meresa yang tidak terlalu jauh. Setelah sampai di pucak tetes keringat kita akan terbayar dengan pemandangan alam yang mempesona. Dari atas bukit jangkauan pandang kita lebih luas dan memungkinkan kita melihat garis pantai Tanjung Aan dan sekitar yang luar biasa, gradasi warna laut yang hijau muda, biru langit, biru pekat dan hijaunya rerumputan disekitar tidak akan terlupakan. 

Setelah terpesona dengan Bukit Meresa, masih ada Pantai Selong Belanak yang menunggu kita. Pantai ini terbilang cukup sepi dan recomended banget untuk yang menyukai suasana tenang selagi berlibur. Pantai ini mempunyai garis pantai melengkung seperti bulan sabit. Pasirnya sangat halus dan putih, berbeda dengan Tanjung aan yang tekstur pasirnya bulat seperti butir merica. 

Hari pun mulai gelap dan rombongan bergegas meninggalkan selong Belanak menuju Mataram yang butuh sekitar 2-3 jam saja. Sebelum beristirahat di hotel rombongan makan malam di lesehan Raja Taliwang yang terletak di Sayang - Sayang, yup itu nama daerah! Hihiii.. Suasana lesehan sangat tradisional disominasi bambu  dan alang - alang. Makanan yang disajikan pun beracam - macam kuliner khas Lombok dan yang penting tanpa MSG, sehat dan higenis. 

Perut kenyang, hati tenang. Selesai menyantap sajian khas lombok rombongan cuss ke arah Senggigi menuju Hotel Transit di Jalan Raya Senggigi no 8. saya memesan 7 kamar dimana satu kamar untuk 2 orang. Lokasinya sangat strategis di pinggir pantai alias Ocean View dan disini adalah salah satu tempat melihat sunset yang cukup populer. Fasilitasnya cukup lengkap, kingsize/twin bed, AC, TV, Hot shower, lemari, dan Wifi.



Selesai sudah program DAY I kita. Untuk review DAY II dan DAY III ditunggu di postingan selanjutnya yah guys. Untuk info dan reservasi feel free to contact me!! 
Happy Holiday,

-MAYA-


Friday, 19 December 2014

Hotel Murah Untuk Backpacker di Senggigi Lombok Part II


Experience the exotic Lombok island with me..

H O T E L   B U M I   A D I T Y A 

Hotel ini terletak di tengah desa Loco yang dikelilingi bukit nan hijau. Untuk menemukan hotel ini hanya berjalan sekitar 5 menit dari jalan utama menuju gang kecil Desa Loco - Senggigi. Terdapat 37 room dengan 4 tipe diantaranya standard fan (Rp 150.000), standard AC ( Rp 200.000), Deluxe room (Rp300.000) dan Superior room (Rp 350.000). Semua tipe kamar sudah termasuk Flat TV, hot and cold shower dan teras dengan view garden. 


Standard Fan
Stabdard AC
Deluxe room
Add caption
S E N D O K   H O T E L 

Budget hotel ini terletak di jantung Senggigi sehingga anda dapat dengan mudah menemukan fasilitas - fasilitas seperti cafe, shop, information center dll. Letaknya persis dipinggi jalan dan hanya 5 menit berjalan kaki menuju dermaga Senggigi jika anda ingin menyebrang ke Gili Trawangan. Design bangunannya ngebuat kita serasa di masa - masa kolonial gitu alias - tempoe doeloe. Terdapat kolam kecil dengan kedalaman 1,5 meter. Oh ya hotel ini ada bar& restaurant dengan life music loh :) Restaurannya lumayan rame, ada banyak pilihan menu seperti asian food, tradisional sasak food, sampe european food dengan chef profesional. Oh ya disini kita juga bisa menikmati wine, koktail dan yang paling laku keras buy 2 get 1 cold beer! 



Ada 4 tipe kamar dari mulai yang standard sampe yang deluxe, harga mulai dari Rp 200-450 ribuan dan kesemuanya udah include breakfast kok.

Deluxe room
Superior room
Add caption