Saturday, 30 August 2014

All Of Me by John Legend

I T S  H O W  T O  L O V E . .

Pertama kali denger lagu ini dari mas Yudhi tapi versi akustik. Langsung jatuh cinta deh ama lagu ini - cause I give you all of me and you give me all of you ..  Besoknya langsung googling mp3 and yes I am falling deeper into this song ! I guess you too, put your feeling while singing this and you'll got the message of this song ! Aku nyoba translate dengan versi aku sendiri - sorry it isnt perfect so just enjoy.. 

What would I do without your smart mouth ?
Drawing me in and you kicking me out
Got my head spinning - no kidding - I cant pin you down

Apa yang kan kulakukan tanpa mulut pintarmu ? 
Menarikku masuk dan menendangku keluar 
Kepalaku pening - sungguh - ku tak bisa menghentikanmu

Kalo menurutku 'smart mouth' disini bukan pinter ngibul tapi lebih ke romantis rada rada gombal gitu. Si dia pinter banget dengan kata - kata dari mulutnya narik dan ngulur perasaan kamu. Seakan kamu ngasih kekuatan ke dia buat mempengaruhi mood kamu, dia bisa bikin kamu marah atau sedih tapi beberapa saat kemudian kamu senyum lagi dibuatnya. Aneh kan ? Makanya kamu jadi bingung. Tapi kamu sama sekali nggak bisa stop dia, karena itulah yang bedain dia dari cewek/cowok lain. Dia bisa control mood kamu !! 

Whats going on in that beautiful mind ?
I am on your magical mystery ride
I am so dizzy
Dont know what hit me
But I'll be alright

Apa yang terjadi dalam pikiran indah itu ?
Aku berada di kendaraan misterimu yang ajaib 
Aku sangat pusing 
Tak tau apa yang menghantamku 
Tapi aku akan baik - baik saja

Disini kamu masih bingung, diibaratkan seperti kendaraan misteri yang ajaib ! hubungan kan ada awal - proses - akhir, disini masih dalam proses. Kamu nggak tau apa yang terjadi pada dirimu. Seperti sesuatu menghantammu, sakit sih tapi kok asik ? mungkin maksudnya kamu dibikin galau karna dia udah kendaliin mood kamu. Otak kamu bisa menghasilkan senyawa endorphin ( efeknya bikin mood happy ) kalo ada si dia aja, tapi giliran ketemu senengnya bikin jingkrak - jingkrak. 

My head's under water
But I breathing fine
You're crazy and I am out of my mind

Kepalaku didalam air
Tapi aku bisa bernapas wajar 
Kau gila dan aku lepas kendali 

Karna dia kamu lebih hidup, walaupun kepala di dalem air kamu masih bisa bernapas. Gila kan ? sure we're both crazy with our love.

Cause all of me loves all of you
Loves your curves and all your edges
All your perfect imperfection
Give your all to me
I'll give my all to you

Karna diriku seutuhnya mencintaimu seutuhnya 
Mencintai lekukan dan tiap tepimu 
Semua ketidaksempurnaanmu yang sempurna 
Berikan dirimu seutuhnya 
Kan kuberikan diriku seutuhnya 

Semua keajaiban diatas gak lain dan gak bukan karna kamu telah memberikan dirimu seutuhnya buat dia, perasaan, hati, pikiran, waktu, tenaga only for the one you love. Cinta kamu itu udah tulus banget, nggak cuma mencintai satu sisi aja - baik dan buruknya dia kamu terima. Semua kekurangan dia terlihat sempurna dimatamu. Jadi sebagai balasannya kau meminta dia melakukan sebaliknya, memberikan seluruh jiwa, perasaan, waktu, pikiran, tenaga - dia seutuhnya cuma buat kamu.

You're my ending and my beginning
Even when I lose I' wining
Cause I give you all me
And you give me all of you

Kaulah akhir dan awalku 
Bahkan jika aku kalah sesungguhnya aku menang 
Karna kuberikan diriku seutuhnya 
Dan kau berikan dirimu seutuhnya 

Dia adalah awal dari kebahagiaanmu, darinya kau bisa mengenal apa itu mencintai dan cintai. Dan kau begitu berharap dialah yang akan menghiasi harimu hingga hayat menjemput. Tidak ada lagi 'kamu' atau 'aku' melainkan 'kita'. 

How many times do I have to tell you ?
Even when you're crying you're beautiful too
The world is beating you down
I'm around through every mood

Berapa kali harus kuberi tahu kau? 
Bahkan jika kau menangis kau tetap cantik 
Dunia memukulmu jatuh
Aku selalu ada 

Dia selalu bertanya tentang penampilannya, kau heran karna dia akan selalu cantik/ganteng bahkan saat dia menangis. Bahkan Angelina Jolie atau Brad Pitt sekalipun tak lebih cantik/ganteng dibanding dia dimatamu. Disaat - saat sulit dalam hidupnya, yakinkan dia bahwa kau selalu ada dalam suka dan duka.

You're my downfall, you're my muse
My worst distraction, my rythm and blues
I cant stop singing
Its ringing in my head for you

Kaulah kehancuranku, kaulah lamunanku 
Gangguan terburukku, ritme dan blues ku 
Aku tak bisa berhenti bernyanyi 
Selalu terngiang dikepalaku untukmu 

Hanya dia yang bisa menghancurkanmu, tanpa dia you are nothing! Dialah satu - satunya yang selalu kamu pikirkan, mengganggumu dengan senyumnya bahkan disaat kau tidak melakukan apa - apa. Dia tetap disana - dipikiranmu. Dia seperti ritme dijantungmu, pusat kehidupan dan kebahagiaamu. Aku belum nemu arti yang cocok buat kata 'blues' itu adalah konotasi/khiasan. Biasanya sih menjelaskan sesuatu yang datangnya tiba - tiba gitu. Seperti dia, tiba - tiba sudah menguasai pikiranmu. Coba kamu pikir, sejak kapan kamu merasakan itu semua ? tiba - tiba bukan?

Cards on the table, we're both showing heart
Risking it all though its hard

Kartu di atas meja, kita tunjukan cinta 
Pertaruhkan semua, meski sulit terasa 

Mencintai dia adalah sebuah pilihan - kau memilihnya diatas semua kebahagiaan dan kepentingan yang kau miliki. Apalah artinya mempertaruhkan segalanya jika kau bisa mendapatkannya. Walaupun sulit - kau terus berjalan. Genggam tangannya hingga akhir ! 


- Maya -

Tuesday, 26 August 2014

Chapter 2 'Kabut Kegelapan'


' T a t a p a n   i t u   m e n e r o b o s   j i w a . .  '

Ku amati bayanganku melalui cermin panjang yang terbingkai di dinding dekat jendela kamarku yang sengaja kubiarkan terbuka, membiarkan angin menyapu semua mimpi buruk semalam. Ku amati mataku dari cermin, mereka tampak sayu dan bimbang. Sekelumit peristiwa di Insandong dan sungan Han terus muncul bergantian di mataku, mereka begitu jelas. Tapi aku tidak akan membiarkan hal yang tak penting itu merusak mood di hari pertama disekolah baru. Kurapikan kerah bajuku sebelum siap meninggalkan kamar dengan seragam biru cerah dan ransel biru tua yang Nichkhun pilih. Kakiku melangkah pelan menuruni anak tangga, kulihat eomma dan Nichkhun menyambutku dengan senyum hangat mereka. 'You looks great, Krys! yeobo lihatlah putri kita !' dia sukses membuat pipiku merah merona. 'Aigo.. uri Soo Jung-ah, kau akan mendapat banyak pengagum rahasia di hari pertamamu.' goda eomma bersemangat. 

'Sudahlah eomma, berhenti membicarakan namja! Mereka tak penting buatku.' sambil ku mabil sepotong roti dan mengoleskan plain butter. Nichkhun pun berdeham, 'Seseorang lupa kalau ada laki - laki diruangan ini.' katanya sebelum meminum kembali kopinya berlagak sebal. Aku dan eomma hanya tertawa melihat tingkahnya. 'Tapi kau harus hati - hati sayang, kalau laki - laki itu mengganggumu segera hubungi aku. Araso ?' tambahnya. 'Oke, kalian berdua sudah terlambat!' eomma mengambil alih suasana dan meraih tas kerja milik Nichkhun. Sebagai sitri dan ibu yang baik, eomma tak lupa merapikan kemeja Nichkhun dan rambutku sebelum mendaratkan ciuman hangat di pipi kami berdua. Aku membalas di pipi kanan eomma sementara Nichkhun dipipi kirinya. Dia sungguh terlihat bahagia sekarang, masih menggandengan tangan kami hingga depan pintu. 

Kulihat eomma melambaikan tangan saat aku memasuki kursi penumpang dan Nichkhun membawaku menuju sekolah baruku, Daesang High School. Sekolah ini terletak di Nowon-gu, sekitar 30 menit dari pusat kota Seoul. Aku berdiri didepan gerbang tinggi, aku tidak yakin aku bisa mendapat teman disini sepeti sekolah lamaku. Siapa yang mau berteman dengan orang yang dingin sepertiku? 'Jangan terlalu khawatir, mereka pasti menyukaimu..' Nichkhun mencoba memberiku semangat. 'Aku akan menjemputmu sepulang sekolah, kau tak perlu mengikuti bimbingan belajar jika kau tidak mau. Semoga harimu menyenangkan!' 

Aku memasuki gerbang sekolah membawa beberapa berkas dari sekolah lamaku, aku berjalan melewati rerumputan luas menuju gedung belajar yang jaraknya sekitar 500 meter. Aku penasaran berapa yang harus dibayar Nichkhun setiap bulan, dengan fasilitas yang ada dia harus bekerja lebih keras. 

Setelah bertanya beberapa kali akhirnya aku menemukan koridor yang akan membawaku menuju ruangan kepala sekolah, kau salah jika menganggapku sendirian. Nichkhun masih disini, disampingku. Dia sangat keras kepala tidak membiarkanku menemui kepala sekolah sendirian, aku bukan siswa sekolah dasar melainkan siswa SMA tahun pertama yang cukup mandiri mencari runga kepala sekolahnya. Lihatlah dia tersenyum dengan senyuman khas itu, sangat tulus dan bahagia. Kami sampai disebuah ruangan di gedung utama, saat pintu terbuka seorang lelaki tua sedang duduk dimeja kerja bersama setumpuk dokumen, tidak salah lagi dia adalah Prof Lee Soo Man. 

'Omo, Tuan Horvejkul' senyum melengkung di wajah tuanya saat kami muncul dari balik pintu. Aku mengamati ruangan Prof Lee, ini seperti kau kembali ke jaman Joseon. 'Kau pasti Nona Horvejkul, kau lebih cantik dari penjelasan ayahmu.' ku terima pujiannya dengan senang hati. Tapi aku sungguh tidak menyangka Nichkhun bercerita tentangku, seberapa banyak yang dia ceritakan? Selanjutnya aku hanya duduk mendengar mereka berdua saling berbagi cerita, by the way aku baru menyadari bahwa Nichkhun tahu banyak tentang sejarah. Mereka terlihat seperti dua orang yang berasal dari masa yang berbeda dengan kita.

'Kelasmu berada persisi disamping studio musik, mungkin sekarang Prof Soo sedang mengisi kelas matematika.' Ucapannya sedikit memercikkan semangat untukku, aku suka matematika. 'Kamsahamnida Prof Lee, atas semua kebaikan anda.' Aku dan Nichkhun membungkuk memberinya hormat sebelum meninggalkan ruangannya. Nichkhun mengantarku kedepan kelas, 'Jaga dirimu baik - baik, sampai bertemu nanti sore!' dia memberiku high five sebelum pergi.

Aku berdiri didepan pintu, seorang wanita berambut panjang menghampiriku - tak salah lagi dia Prof Soo. 'Anyeong hasemnika..' sapaku sedikit gugup. 'Kau pasti siswa pindahan dari Busan itu, silahkan masuk.' ucapnya lembut. Aku merasa sangat gugup, apakah mereka akan menyukaiku? Semua mata tertuju padaku, aku mengamati satu per satu wajah mereka, ada yang menatap dengan penuh ingin tahu, beberapa memperlihatkan wajah tidak tertarik dan beberapa lagi berbisik satu sama lain. 'Anyeong hasemnika, perkenalkan aku Krystal Horvejkul dari Busan. Senang bertemu kalian.' begitulah aku memperkenalkan diri. Kulihat seorang gadis mengacungkan tangan, 'Namamu sangat aneh, apakah kau bukan orang korea ?' tanyanya. ' Ibuku berasal dari Qingdao, China.' jawabku singkat. Prof Soo menyuruhku duduk di bangku ketiga terakhir dari belakang, disampingku tidak ada siapapun - hanya bangku kosong dengan meja berdebu. Ku ambil tisu dari tas, dan membersihkan debu agar aku bisa belajar lebih nyaman.

'Hi Busan, aku Choi Sulli.' dia gadis yang menyebut namaku aneh tadi, dia berada didepan mejaku. "Bukankah aku sudah memberi tahu namaku?' jawabku sedikit ketus dan membuat senyumnya menghilang. 'Hei Sulli-ah, namanya Krystal. Maafkan dia Krystal-ssi.' seseorang disampingku menghampiri kami. 'Hwang Luna imnida, ' kami berjabat tangan. 'Yaa, bagaimana bisa kau seperti ini Krystal-ssi. Aku lebih dulu mengajakmu berkenalan tapi kau menjabat tangannya lebih dulu.' omel gadis bernama Sulli itu. 'Jangan dengarkan dia, biarkan saja.' tambah Luna semakin membuat Sulli cemberut. 'Mianhe, senang berkenalan denganmu Sulli-ssi.' dia menyambut tanganku dengan sangat semangat.

'Kry.. Krystal-ssi, maukah kau ke kantin bersama kami?' aku tertawa kecil mendengar Luna sedikit kesulitan menyebut namaku. 'Panggil saja Krys, tentu saja aku ikut.' ku ambil lunch box yang disiapkan eomma pagi ini. Kami berjalan menuju kantin, awalnya aku agak kaget ketika mereka menggandeng tanganku. Apakah aku bisa menganggap jika mereka menganggapku teman?

Kantin ternyata sangat sesak, dan mereka menyeretku ke meja di pojok kanan ruangan. Hari ini eomma membuat sushi untuk lunch box aku dan Nichkhun. 'Kau membawanya dari rumah?' Sulli menatapku heran. 'Eomma membuatnya untukku, whaeyo?' aku balik bertanya sambil memasukkan sepotong sushi kedalam mulutku. 'Anio, boleh aku mencobanya! baunya sangat enak.' aku mengangguk. 'Daebaak, jinjja mashita! rasanya seperti di restoran jepang mahal.' katanya mengacungkan jempol. ' Eomma ku suka memasak.' aku merasa sangat beruntung, memiliki eomma.

' Apa yang akan kalian lakukan setelah jam sekolah?' tanyaku. 'Aku ada 2 kelas tambahan hari ini, sungguh melelahkan!' Sulli memberiku muka masam. 'Aku malah punya 3 kelas tambahan, bagaimana denganmu Krys?' tambah Luna. 'Anio, aku tidak ikut bimbingan belajar. Setelah sekolah usai, aku pulang kerumah dan mengerjakan tugas.' mereka terkejut mendengar bahwa aku tidak mengikuti bimbingan belajar usai sekolah. Memang terdengar aneh, karna dominan siswa disini wajib mengikuti pelajaran tambahan untuk mengejar peringkat nasional, untung saja Nichkhun tidak memaksaku sedikitpun. 'Mwo? kau sungguh tidak mengikuti bimbingan belajar? lalu bagaimana dengan nilaimu? sulit dipercaya.' Luna menggeleng. ' Orang tuaku tidak memaksa, ya aku lakukan semampuku. Eomma ku akan kesepian jika aku tidak berada dirumah..' candaku, tapi memang benar. ' Kau sangat beruntung, aku sangat lelah belajar hingga larut malam agar aku bisa masuk Universitas Seoul.' Luna mendesah sembari meneguk coke yang ia beli.

'Setidaknya kalian mengerjakan tugas kelompok dari Prof Soo bersama, aku hanya sendiri.' Aku teringat tugas dari Prof Soo tadi, sebenarnya kami harus mengerjakannya berdua tetapi karna aku tidak punya teman sebangku, so I should do it by myself - poor me. 'Siapa bilang? kau punya teman sebangku - Hwang Zitao.' ku tatap Luna dengan dahi berkerut, dia baru saja bilang kalau aku punya teman sebangku. Aku agak sedikit ragu karna meja kami sangat berdebu, seperti sudah lama tidak terpakai. 'Dia memang jarang masuk, tapi entahlah mengapa Prof Lee tidak menegurnya sedikitpun.' Luna tampak berpikir. ' Dia punya wajah oval, hidung mancung dan matanya.. tajam sekali.. hmm.. misterius dan sedikit menakutkan.' tambahnya semakin membuatku penasaran mengenai sosok Hwang Zitao itu. ' Sangat sulit berkomunikasi dengannya. Dia tidak akan merespon kalau kau bertanya dan tatapannya membuatmu tidak nyaman dan ingin menghindar. Dia bahkan seperti bukan teman sekelas kita, Tao lebih banyak sendirian dan bersama kelompoknya.' Sulli mengarahkan pandangannya kepada sekelompok laki - laki tak jauh dari meja kami.

Ku ikuti arah pandangan Sulli, ada empat orang lelaki - sangat berbeda. Jika kau perhatikan akan tampak sesuatu aneh diseliling mereka - kabut hitam. Kabut itu mengikuti gerak mereka, saat seseorang yang Sulli sebut Baekhyun berpindah tapi kabut tetap bersamanya. Apakah aku menghayal ? ku pejamkan mataku sesaat tapi yang kulihat tetap sama. What's going on here ? ku hembuskan napas berat.

Ku amati sekali lagi, mataku menyipit saat melihat salah satu dari mereka - Kai. Sosoknya seperti pernah aku lihat sebelumnya, tapi dimana? Aku berusaha mengumpulkan memori - memori yang aku alami. 'Sungai Han.. ' suaraku berbisik.

'Krys.. ' Luna berbisik pelan mengacaukan lamunanku. 'Ne..?' tanyaku balik. 'Kris menatapmu dari tadi..' Ku lihat seorang dengan rambut blonde itu menatapku tajam. Kau pernah melihat domentor menyedot semua kebahagiaanmu? aku rasa aku merasakannya sekarang, tatapan dingin itu..

Authored by Maya

Sunday, 24 August 2014

Chapter 1 ' The Dark Hallway '

Aku benar-benar bersyukur untuk semua pembaca fanfic aku di asianfanfiction.com, 7467 pembaca  sukses membuatku semangat menulis fanfic lagi setelah hampir setengah tahun vakum. Di sini aku akan menulis ulang ke dalam versi Indonesia, semoga mirip lol :) Bagi kalian yang ingin membaca yang english version silahkan kunjungi akun aku @maiybabo di  www.asianfanfiction.com. Judul fanfic ini adalah DANGEROUS LOVE dengan cast Krystal f(x), Kris, Nichkhun dan Victoria Song. 



T H E   D A R K   H A L L W A Y .   .

Hari ini terasa begitu lembab karena hujan terus turun, aku beranjak ke tempat baru, tidak - mungkin kehidupan baruku. Setengah hati aku berjalan menuju rumah dengan gerbang kayu milik ayah tiriku, Nichkhun Horvejkul. Aku meraih ransel yang ia baru saja diturunkan dari bagasi, dan dia masih tersenyum. Ya, semua orang dapat melihat betapa baiknya dia tapi tetap saja aku belum bisa memanggilnya ayah. Bukankah aku sudah punya appa ? Pikirku. Eomma dan Nichkhun telah melewati gerbang sementara aku masih berdiri di sini, masih ragu melangkan sedikit lagi. 

Aku tidak tahu apakah keputusanku meninggalkan kampung halamanku di Busan, tempat terhangat di penjuru Korea ke tempat yang disebut Seoul ini akan menjadi keputusan yang tepat atau tidak. Tidak akan ada sinar matahari yang hangat, angin sejuk, gemericik air dan pantai Busan yang selalu aku rindukan. Sekarang hanya ada kota metropolitan dengan orang - orang yang harus aku waspadai.

Tapi aku harus lapang dada untuk Victoria, eomma ku yang tersenyum bahagia di sana disisi Nichkhun. Eomma akan selalu menjadi bagian dihidupku yang paling penting, jadi meninggalkan Busan bukanlah masalah besar. Selama dia senang, begitupun aku - setidaknya aku mencoba. Selain itu, Nichkhun adalah sosok yang baik untuk eomma. Alasan yang cukup untukku. 'Mari membangun keluarga yang bahagia ' itulah ucap Nichkhun ketika kami meninggalkan Busan beberapa saat lalu.

'Krys, ayolah sayang!' eomma melambai menyela pikiranku, aku tersenyum padanya. Ku kumpulkan keberanianku, kutarik napas dalam-dalam sebelum kulangkankan kakiku. Inilah aku, bagian dari Horvejkul. Nichkhun meraih tanganku, mulai sekarang kami adalah keluarga.

Aku dan Nich berhenti disebuah ruangan kecil yang akan menjadi kamarku, aku tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan ketika melihat wallpaper ungu yang dihias Nich, aku sangat menyukainya. ' Gumawo .. ' lalu ia memelukku dengan lengan kekarnya itu. 'Saya juga senang, Tuan putriku." Begitulah dia memanggilku, itu tidak hanya panggilan tapi dia benar-benar membuatku merasa seperti seorang putri. Apakah aku berlebihan? mungkin.

'Ibumu sibuk di dapur barunya, jadi akmu harus mengurus barangmu sendiri. oke?' wajahnya terlihat bersalah karena tidak dapat membantuku. Aku menggeleng. "Kami menunggu di bawah, dia memasak samgyupsal dan kimchi soup." bisiknya, menepuk bahuku sebelum menghilang dari pandangaku.

Aroma menggoda membawaku ke dapur di mana eomma dan Nich berada, 'Hi dear ..!' eomma menyambut dengan aegyo yang membuat Nichkhun cekikikan gemas. "Bagaimana barang - barangmu? ' mata Nichkhun mengarah padaku. "Beres" Aku ambil kursi di samping eomma . Di meja makan aku melihat samgyupsal, nasi goreng, kimchi soup dan pumpkin pancake buatan Nichkhun. Aku harap tidak sekeras terakhir kali, Nichkhun mengamatiku seksama saat ku ambil sepotong puncake buatannya. Senyum terbit di wajah tampannya saat aku mengambil sepotong yang lain. 'Rasanya cukup enak' pikirku.

Yeobo , bukankah kau sudah menemukan sekolah baru untuk Krystal? ' eomma membuka topik baru. Tidak terpikir olehku untuk pergi ke sekolah secepat ini, kami baru saja tiba di Seoul dan perlu adaptasi. Meskipun aku sudah membuat planning selama di pesawat, Sungai Han, Namsan Tower, Museum Beruang, Dongdaemun setidaknya untuk minggu ini. "Secepat itu? ' Aku menarik napas berat. "Kami tahu sayang, kami minta maaf. Kau harus mengejar pelajaran karna sudah memasuki tengah semester jika kau ingin ikut ujian.'  jelas Nichkhun menangkap kekecewaan di wajahku. "Kami menginginkan yang terbaik untuk kamu sayang .. 'tambahnya. ' I got it!' Itulah yang ku katakan. Apa lagi yang bisa aku lakukan? aku lebih memilih melanjutkan makan malamku.

Aku terdiam di balik kursi penumpang, menonton pejalan kaki yang memadati Insandong. Sebuah pusat perbelanjaan di distrik Jongno-gu, Seoul. ' Kajja ! ' eomma menarik tanganku dan sekarang aku terjebak diantara orang yang hilir mudik. Aku benci keramaian. Bukankah lebih menyenangkan untuk menghabiskan malam di sungai Han yang tenang? Tapi aku harus segera menghilangkan pikiran ini karena eomma bersikeras datang ke tempat ini. kebahagiaannya adalah yang terpenting, aku cukup senang melihat dia berjalan dari satu toko ke toko lain seperti anak kecil tanpa beban sementara aku dan Nichkhun hanya tersenyum  mengamati perilakunya. Mungkin itu sebabnya Nichkhun sangat mencintainya.

'Sayang, lihat tas ini! sangat cocok untukmu bukan? ' eomma mengambil tas ungu dan memintaku  mencobanya. Aku memberinya ekspresi tidak nyaman khasku "Bukankah kau menyukai ungu??" tanyanya bingung. Aku memang suka ungu, tapi tidak semua barang yang aku beli harus berwarna ungu bukan?? Well, selera kita berbeda, eomma sangat senang memakai warna - warna ceria sementara aku lebih suka warna yang sedikit gelap. Tidak hanya itu, kepribadian kami juga bertentangan sekali, eomma adalah sangunis ceria sementara aku melankolis yang  sedikit introvet . Setidaknya kita saling melengkapi :) 

"Bagaimana kalau ini ?" Suara Nichkhun terdengar, aku mengarahkan mataku pada sosoknya. Dia mendekat membawa ransel biru tua yang menarik perhatianku. 'Seragam barumu biru cerah, jadi aku memilih ini. " Aku mengangguk, I really like it. Dia bergegas ke kasir sementara aku dan eomma menunggu di sofa dekat jendela. Aku melirik jam, hampir jam 9 pm. Angin mulai bertiup dingin, kami masih berjalan menyusuri Insandong. Langkah demi angkah, aku merasakan sesuatu yang aneh. Mengapa waktu tampak sedikit lebih lambat? Aku bisa mengambil dua langkah dalam satu detik dengan kecepatan yang masih sama. Aku menatap sekitar, angin bertiup lebih lambat seperti saat menset slow motion pada sebuah vidio. Aku mengerutkan keningku melihat ekspresi aneh Nichkhun, ia tampak begitu cemas sambil melihat sekeliling, mencari sesuatu tampaknya.

Sekarang aku melihat jam raksasa di salah satu toko , 09.10 pm. Kami sudah berjalan cukup jauh dari toko tetapi hanya membutuhkan waktu 10 menit? Aku semakin bingung. Aku melihat jam diponsel dan tentu saja, 9:10. Ketika ku melihat jam lagi, betapa terkejutnya aku melihat jam  sudah di angka 9:30? Apa yang terjadi? Aku berhenti sejenak, mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi. Bukankah aneh, waktu terasa sangat lambat pada awalnya dan dalam sekejap menjadi begitu cepat?

'Krys? " eomma menepuk bahuku. ' Whaeyo ? "Kataku sedikit terkejut. "Kau diam di sana selama satu menit, apa yang kau pikirkan sayang?" eomma bertanya dengan ekspresi kebingungan. ' Anio,!" Apakah hanya aku yang merasa aneh? mengapa tampaknya semua orang tidak menyadari? atau ini hanya permainan imajinasiku? Entahlah.

Yeobo , aku pikir kita harus pergi dari sini. Krystal mungkin ingin pergi ke sungai Han. ' kata  Nich mengejutkanku. Aku baru saja memikirkan keindahan Sungai Han, ajaib - seperti dia bisa menebak pikiranku. Wajahku awalnya  berawan berubah cerah setelah mendengar bahwa kami akan menuju Sungai Han. Tapi mengapa dia tiba - tiba ingin meninggalkan tempat ini ? wajahnya masih terlihat begitu gelisah.

Keberuntungan tidak berada di sisiku, langit yang berawan menyambut kami sesampaianya di sungai Han menutupi bintang - bintang yang terang itu. Nichkhun dan eomma berjalan bergandengan sambil bersenandung sementara aku masih dibelakang mereka, sendirian. Aku tidak ingin mengganggu waktu mereka, jadi biarlah seperti ini saja. Mereka berdua akan menghabiskan malam disebuah cruise tanpa aku, walaupun aku menghabiskan seluruh hidupku di Busan tapi entah mengapa aku punya mabuk laut yang parah. Mereka menatapku dengan wajah menyesal tapi aku membalasnya dengan senyuman 'aku baik - baik saja'

Aku melangkah di jalanan yang sepi masih menerawang ke sungai Han, setidaknya hatiku sedikit tenang. Aku berhenti disebuah bangku taman tepat dibawah pohon, menatap lurus ke langit membayangkan ribuan bintang yang berkelip. Betapa indah ! Mungkin inilah kenapa aku tidak terlalu punya banyak teman dan membuat eomma khawatir.

Kakiku mulai membuat irama dengan hentakan lembut, sudah hampir 45 menit tapi dua sejoli belum juga kembali dari kencan romantis mereka. Haaaahh, untuk kesekian kalinya aku mendesah. Bosan mulai melandaku, ku jelajahi sekeliling menemukan sesuatu untuk dilakukan atau dilihat. Mataku tertuju pada seekor anjing kecil yang tertidur pulas ditengah jalan. Aku bangkit dan hendak melangkahkan kakiku kearahnya, aku tersentak. 'Apa itu tadi ?' Batinku semenjak tenggorokanku membeku tak bisa mengeluarkan sepatah katapun. Aku baru saja melihat seorang pria berdiri di atas atap gedung itu, dalam sekejap dia  hilang dan muncul lagi berjalan masuk kedalam lorong gelap. Bukankah tidak mungkin seseorang dapat berpindah tempat secepat itu? maksudku, dia baru saja berdiri di atas gedung berlantai 3 dan kurang dari satu menit dia sudah muncul di dekat lorong yang jaraknya sekitar 10 meter, anehnya tidak terdengar suara lompatan atau apapun. Apa yang sebenarnya terjadi? does my imagination played with me ? I shook my head. 

Aku berusaha menyakinkan diriku bahwa apa yang aku lihat hanya khayalanku saja, tapi kejadian itu begitu jelas dan nyata. Aku bahkan tidak percaya mitos, hantu dan sebagainya. Lalu apa yang tadi aku lihat ? hantu ? sungguh. Aku sontak kaget merasakan sentuhan di bahu kananku, 'Nich ?' suaraku berbisik melihat Nichkhun dan eomma menatapku aneh. 'Ada apa sayang, kau banyak melamun hari ini? apa sesuatu mengganggu pikiranmu?' tanya eomma khawatir. 'Anio, gwaencana!'Ku lihat lorong gelap itu untuk terakhir kalinya sebelum meninggalkan Han, 'What was that ?' benakku. 


-Authored by Maya - 


Jangan ragu menulis kritik atau saran ya! itu sangat berarti dan membantu :) thanks! 

 Tons of love from me  .. 


Tuesday, 19 August 2014

Bersua Sang Maha Cinta

T E R U N T U K   M A H A   C I N T A . .

Tak ada yang bisa mewakili gelora yang terpancar dari raut wajah yang terus menatap ke arah langit dengan sejuta tanda tanya. Apakah yang IA rencanakan pada hidupku ? bibir terus bergumam ragu. Matahari yang terik menemani hati gelisah yang tak beranjak dari tempatnya semula, dalam dekapan cinta. Ku hitung hari terus beranjak pergi meninggalkan aku yang masih terpaku dipersimpangan. Kemana arah yang harus ku tempuh ? Ku kerahkan hati dan pikiranku menembus dinding waktu. 

Sosoknya terus muncul dibalik mata, mengikuti setiap langkah hingga membentuk bayangan untuh. Dia semakin nyata merasuk ke tiap saraf hingga napaspun seakan berhenti saat ia melepaskan ikatannya. Ada apakah sebenarnya ? namun belum ku temukan jawaban. 

Ku kumpulkan kenangan - kenangan usang yang terbingkai manis dalam kesadaran, melihat betapa indah cara Tuhan mempertemukan. Dibalik sosok itu aku belajar mengapa Tuhan menciptakan cinta, mahkluk luar biasa yang tak mudah terlihat. Selalu bersembunyi diantara tawa dan tangis, memberi keabadian pada siapa yang menggenggamnya kelak. Namun melihat maha cinta tak semudah yang ku duga, ku kerahkan segenap jiwa dan raga sepanjang usia hingga keputusasaan mengusir jauh semua asa. Tiba dimana hari ketika hanya tersisa sepucuk asa, namun disanalah aku melihatnya. Maha cinta yang dahsyat, terbentang hingga keujung penglihatan. Maha cinta yang begitu indah hadir merasuki raga. 

Semua lelah yang menyiksa sepanjang penantian seakan sirna oleh kehadirannya, saat kau menyadari kebahagiaan begitu sederhana. Bahkan aku menertawai diriku sendiri atas hal - hal bodoh dan kesesia - siaan itu. Kesia - siaan karena keegoisan telah mengambil alih kesadaran, dan membuat maha cinta enggan hadir dalam jiwa. Maha cinta tidak mengenal kebenciaan, ungkapan jahat, ketidakpedulian dan kecurigaan yang mengatasnamakan maha cinta. Sesungguhnya ia akan murka jika mengetahuinya, dan ia akan meninggalkanmu sendirian dengan kehampaan. 

Aku bersembunyi dibalik waktu, mencoba membaca apa yang tersembunyi dibalik tabir masa depan. Merangkak sepenuh jiwa menuju gerbang kedamaian sejati yang didambakan. Dimana hanya ada aku dan maha cinta. Kini dia telah bersemayam, mengajarkan arti kehidupan. Bahwa maha cinta akan hadir ketika jiwa bisa melepas keegoisan dan menghadirkan ketulusan pada mereka, cintamu. Cinta yang tulus akan mengupayakan yang terbaik pada cintanya, cinta yang tulus akan mengorbankan kebahagiaannya pada cintanya, dan cinta yang tulus tidak akan pernah memaksakan apapun pada cintanya. Karna melihat dia tersenyum bahagia adalah segalanya, walaupun ia harus mengorbankan kebahagiaannya sendiri. Jangan sampai aku menjadi mendung yang menutupi hatinya yang semula cerah berbinar, ketika aku bisa melakukannya maka aku telah bersua dengan sang maha cinta. 

-By Maya-

Saturday, 16 August 2014

The Wind Whispers The Truth


My soul trembling heard the haze whispers
It drops softly on the fragile branch
Trying to read the curtain that cover up my upset mind 
I stand the crowded word with cruel prejudices 
Cemented my frozen feet without love wrapping 
They were blind by the dark smoke sealing their soul
Snatch the happiness that the sun trying to radiated 
Blow away the cold breath from the frozen heart 
Untangle the strings of love 
Didnt the wind already whispers the truth ?
Instead of keep silent like the falling leaves 
But you cast them away with those hatred 
Until the sky reach their limit 
I kept prying to the Lord that HE will always tell you the truth 
That I am still here until you realizing the empty place after me 

- By Maya - 

Thursday, 14 August 2014

The Dark Symphony

F O R  T H E  O N E  W H O  D E S E R V E . .

Dear the rush of fear that blows every night in my sleep, I told you it doesnt blufft me instead rising a laugh from the tip of my lips. The hatred from the devil cave came to slaps me with those harsh words but I am not even trembling while talking loud. Every words that came out clearly whispered the guilty of regret.

I know I aint perfect, I have fear, regret, lax, and everything in me. That's me that could be deny including you and them. I just wanna be me then I would, I wont be what you wanna see and hope because its me and this is my life. I will keep saying those until it shrieks your both ears. I wont stop, never.. 

You kept yelling and sowing pain around with those devil smile, but hey ! could you stop it before the seeds of hatred growing among the peaceful souls ? I am stabbed by your knife right on my heart, i am bleeding. I just watching you disappear as the smoke hide the light from my eyes, there is no word escape from this dry throat. The wind blows in the desert of emptiness as I walked on my naked feet groaning bear the wound you caused. 

My eyes fixed on what have they done to me, set the iron wraps my feet and draw another face on mine. What a cruel love it is.. I chuckle after all. I am struggling from the fears that wraps me tight, oh no they tighten it until I almost lost my breath. My soul dying for the stuffy of depress, close my eyes rising the heat from my mind, yeah the heat of glory. Grabbing my cudgel of freedom I destroy them all with a hit. 

Please stop act care and lovable that way when you truly not ! before I take your mask that used to hide your evilness, I warn you ! Those mountain of sickness might bring me to the ground but everytime you shoot me down with your cruel tag, I swear that I am staying sturdy. I wont let your word playing with my pride anymore, I have collect each peaces of my mind and here I am flapping my wings to highest top of bliss after the clouds of tears. Right here I watch you with a wide smile rise from my bright love, there you are sobbing for what have you done. Truly thankful for every storm that make me finally realize how tough I am for the world. They fail to break me down and give up for drawing me to the cliff of upset. Awake for the end of time, catching the end of rainbow and inhale the happiness that I belongs to. 

-By Maya-

Skyscaper


S K Y S C R A P E R . . 

Sky is crying 
I am watching 
Catching tears drops in my hand 
Only silent has its ending 
Like we never had a chance 

Do you have to make me feel like
There's nothing left of me 

You can take everything I have 
You can break everything I am 
Like I made of glass 
Like I made of paper 

Go on and try to tear me down 
But I will rising from the ground 
Like a SKYSCRAPER 

As the smoke clears I awaken 
And untangle you from me 
Would it make you feel better
To watch me while I bleed 

All my windows still are broken 
But I am standing on my feet 

Go run run run 
I am gonna stay right here 
Watch you disappear 
Go run run run 
Its a long way down 
But I am closer to the clouds up here 


>> I told you once again, you might think that you successfully breaks me down but I'll prove it wrong ! I will get up with my own hands and stand here stronger than ever.. 

Trouble Is a Friend ?

W H E N  T H E  T I M E  G E T S  H A R D . .

Seminggu belakangan kalo bisa dibilang, sambutan yang 'kurang menyenangkan' menyambut bulan Agustus. Bukan bermaksud bikin dramatis ato lebay, tapi yah begitulah.. Somehow beberapa hal menjadi kurang menyenangkan dan nggak sesuai dengan apa yang aku mau. 

Keadaan yang membingungkan dan nggak sesuai dengan apa yang kita mau itu adalah definisi dari MASALAH. Situasi ini sangat lekat dengan kehidupan siapapun, tanpa terkecuali. Karna kondisi yang terjadi nggak sesuai dengan yang kita mau, walhasil kita biasanya bakal kecewa, sedih, galau, marah bahkan depresi. And guess! beberapa hari lalu aku sempet ngalamin yang namanya galau tingkat dewa gara - gara si masalah ini. hufh !! Biasanya aku tipe orang yang stay cool kalo menghadapi masalah apapun, tapi kali ini bener - bener nyiksa otak. Gimana enggak, beberapa masalah entah dari keluarga, temen, kerjaan semua datang di momment yang sama ! Headache to the dead ! Awalnya nyantai aja, eh ternyata galau juga. 

Rasanya isi kepala udah kayaq benang kusut, semua hal seakan minta diselesaikan duluan. Hari itu aku kacau banget deh, nggak mau ngomong, nggak napsu makan, cemberut, dan menyendiri terus. Setiap orang yang ketemu aku selalu tanya; 'Kenapa May?' 'Eh, kok cemberut terus?' 'Maya kamu kenapa sih nggak fokus banget?' dan yang bikin aku tambah kesel adalah aku harus ngejawab pertanyaan - pertanyaan itu. Karna kondisi aku yang lagi badmood tanpa sadar aura badmood aku mempengaruhi orang - orang disekitarku. 

Yang tadinya pas baru ketemu ceria - ceria aja, setelah liat muka asem aku jadi ikutan badmood. dengan kata lain, saat itu aku melampiaskan masalah yang aku punya ke orang - orang sekitar tanpa sadar. Itu memang nggak bagus, karena pada dasarnya kalo kita punya masalah ya selesaikan sendiri jangan ngelibatin orang lain termasuk ikut mempengaruhi mood mereka. Untungnya aku sadar, dan langsung memisahkan diri. dari rumitnya dunia. Hahahha... maksudnya aku perlu waktu buat sendiri, berpikir, menganalisa, tanpa ada interfensi orang lain baik itu ide, pemikiran, saran, nasehat dan lain - lain, pokoknya my own time lah !


Setelah pulang kerja aku udah nongkrong dipantai deket rumah tante, SENDIRIAN. Ngeliat langit yang biru, alunan ombak dengan suara yang menurutku merdu, tiupan angin yang sejuk, dan nggak ada yang gangguin cukup bikin pikiranku sedikit tenang. Untuk sementara kepalaku lepas dari masalah - masalah itu. Enjoy the world for a moment I thought :) Sambil ngeliatin laut yang luas nan biru, aku mulai berpikir, menganalisa, dan mencari tau akar permasalahannya dimana. Dan yang paling penting disini aku nyoba berpikir dari berbagai sudut pandang, 'Bagaimana kalo aku ada di posisi A ?' 'Apa yang aku lakukan jika di posisi si B?' Jika kita hanya berpikir dari satu sudut pandang apalagi sudut pandang kita sendiri, biasanya aku akan memposisikan diriku sebagai korban/dirugikan/disakiti duluan, well akhirnya muncul rasa nggak suka sama orang yang aku anggep bertanggung jawab membawaku ke masalah ini walaupun sebenarnya nggak.

Setelah ketemu akar permasalahnya dimana, aku introspeksi diri. Mungkin aja ada sesuatu yang aku pernah katakan atau lakukan memicu situasi seperti ini, kan masalah itu nggak melulu dipicu diluar diri kita mungkin aja situasi ini dipicu sama aku sendiri kan ? atau pemicunya dari luar tapi aku yang memperburuk keadaan ? Intinya aku punya deal dalam masalah tersebut.

Setelah aku ngerti masalahnya apa, selanjutnya yang aku perlu lakuin adalah nyari solusi ! Nggak sadar langitnya udah gelap aja, tapi aku masih betah duduk sendiri. Then I grab my phone, and dial a number. Setelah ngerasa cukup tenang dan bisa berpikir jernih baru aku mau buka komunikasi sama orang terutama orang terdekat yang aku bisa percaya. Aku udah punya gambaran sendiri tentang masalah yang aku hadapi bisa dibilang ini versi aku, selanjutnya aku nyari tahu menurut orang gimana sih? setelah cerita di telpon panjang lebar, diapun ngasi pandangannya. And that's right ! Karna ada dua versi berbeda, jadi ketemu deh hal - hal yang emang perlu di clarified and founding the solution.

Kalo katanya Acha Septriasa, berdua itu lebih baik. Hiihihihiiii.. istialah problem solving ini bernama brain storm. Beberapa otak yang mencaro solusi lebih baik kok dari pada cuma mikirin sendiri and finally decision making. Jam udah menunjukan 09.30, anginpun udah cukup kencang dan dingin tapi aku masih aja ngomong lewat telpon. Tante udah bolak balik telpon nyuruh aku balik dan aku juga udah agak menggigil takutnya ntar malah masuk angin.

Langit udah mulai gelap
Masih betah aja nih 
Kita emang nggak pernah lepas dari yang namanya masalah, seberat apapun yakin deh pasti ada jalan keluarnya asalkan dihadapi dengan kepala dingin. Kalo katanya Mario Teguh masalah itu ada bukan karna situasi yang rumit tapi yang bermasalah adalah cara kita menyikapi situasi rumit tersebut. Namanya juga hidup pasti ada up and down, tradisi dan fitrah kehidupan ya seperti itu. Aku selalu yakin bahwa cobaan dan masalah adalah cara Tuhan mendidik, mengajari, dan memandaikan kita. HE teaches how to live our life :) Bayangin aja kalo hidup kita flat, gitu - gitu aja. Kan jadi nggak seru ? ya nggak ? Hidup itu nggak jauh beda sama sekolah, pasti ada ujiannya. Semakin tinggi grade kita semakin susah juga ujiannya. Tapi dari situ kita belajar, bahkan dipandaikan menjadi sosok yang bijaksana kalo berhasil melewatinya. Good luck !

-Maya- 



Tuesday, 5 August 2014

Hari Yang Dijanjikan



Hilir mudik kendaraan meramaikan jalanan yang sunyi
Tapi aku masih terdiam menunggu senja datang 
Bersama lembayung keemasan yang hendak menutup hari yang letih 
Aku duduk terpaku menghitung hari 
Akankah hari itu akan datang ?
Semua bertanya dengan penuh harap 
Burung yang berterbangan membawa berita gembira
Hari itu sudah dekat, bisiknya kepada sedikit dari mereka 
Orang - orang gua yang bersembunyi ditengah kegelapan 
Kegelapan dengan balutan tangis dan ketakutan 
Penyihir - penyihir yang mengelabui mata 
Kebulan asap menyesakkan itu merenggut bunga - bunga mekar
Sungai berlumpur yang mencekik tenggorokan 
Serta tangisan kelaparan yang memekikkan telinga 
Dengan segenggam harapan di tangan 
Mereka terus merajut asa dan menggenggamnya erat 
Sambil terjaga menanti sinar keemasan dari ufuk timur 
Membawa kehangatan bagi dunia yang menyakitkan 
Memberi luapan kebahagiaan dan tawa
Sebagai karunia atas penantian panjang 


-Maya-