Tak ada yang bisa mewakili gelora yang terpancar dari raut wajah yang terus menatap ke arah langit dengan sejuta tanda tanya. Apakah yang IA rencanakan pada hidupku ? bibir terus bergumam ragu. Matahari yang terik menemani hati gelisah yang tak beranjak dari tempatnya semula, dalam dekapan cinta. Ku hitung hari terus beranjak pergi meninggalkan aku yang masih terpaku dipersimpangan. Kemana arah yang harus ku tempuh ? Ku kerahkan hati dan pikiranku menembus dinding waktu.
Sosoknya terus muncul dibalik mata, mengikuti setiap langkah hingga membentuk bayangan untuh. Dia semakin nyata merasuk ke tiap saraf hingga napaspun seakan berhenti saat ia melepaskan ikatannya. Ada apakah sebenarnya ? namun belum ku temukan jawaban.
Ku kumpulkan kenangan - kenangan usang yang terbingkai manis dalam kesadaran, melihat betapa indah cara Tuhan mempertemukan. Dibalik sosok itu aku belajar mengapa Tuhan menciptakan cinta, mahkluk luar biasa yang tak mudah terlihat. Selalu bersembunyi diantara tawa dan tangis, memberi keabadian pada siapa yang menggenggamnya kelak. Namun melihat maha cinta tak semudah yang ku duga, ku kerahkan segenap jiwa dan raga sepanjang usia hingga keputusasaan mengusir jauh semua asa. Tiba dimana hari ketika hanya tersisa sepucuk asa, namun disanalah aku melihatnya. Maha cinta yang dahsyat, terbentang hingga keujung penglihatan. Maha cinta yang begitu indah hadir merasuki raga.
Semua lelah yang menyiksa sepanjang penantian seakan sirna oleh kehadirannya, saat kau menyadari kebahagiaan begitu sederhana. Bahkan aku menertawai diriku sendiri atas hal - hal bodoh dan kesesia - siaan itu. Kesia - siaan karena keegoisan telah mengambil alih kesadaran, dan membuat maha cinta enggan hadir dalam jiwa. Maha cinta tidak mengenal kebenciaan, ungkapan jahat, ketidakpedulian dan kecurigaan yang mengatasnamakan maha cinta. Sesungguhnya ia akan murka jika mengetahuinya, dan ia akan meninggalkanmu sendirian dengan kehampaan.
Aku bersembunyi dibalik waktu, mencoba membaca apa yang tersembunyi dibalik tabir masa depan. Merangkak sepenuh jiwa menuju gerbang kedamaian sejati yang didambakan. Dimana hanya ada aku dan maha cinta. Kini dia telah bersemayam, mengajarkan arti kehidupan. Bahwa maha cinta akan hadir ketika jiwa bisa melepas keegoisan dan menghadirkan ketulusan pada mereka, cintamu. Cinta yang tulus akan mengupayakan yang terbaik pada cintanya, cinta yang tulus akan mengorbankan kebahagiaannya pada cintanya, dan cinta yang tulus tidak akan pernah memaksakan apapun pada cintanya. Karna melihat dia tersenyum bahagia adalah segalanya, walaupun ia harus mengorbankan kebahagiaannya sendiri. Jangan sampai aku menjadi mendung yang menutupi hatinya yang semula cerah berbinar, ketika aku bisa melakukannya maka aku telah bersua dengan sang maha cinta.
-By Maya-
No comments:
Post a Comment