Tuesday, 5 August 2014

Hari Yang Dijanjikan



Hilir mudik kendaraan meramaikan jalanan yang sunyi
Tapi aku masih terdiam menunggu senja datang 
Bersama lembayung keemasan yang hendak menutup hari yang letih 
Aku duduk terpaku menghitung hari 
Akankah hari itu akan datang ?
Semua bertanya dengan penuh harap 
Burung yang berterbangan membawa berita gembira
Hari itu sudah dekat, bisiknya kepada sedikit dari mereka 
Orang - orang gua yang bersembunyi ditengah kegelapan 
Kegelapan dengan balutan tangis dan ketakutan 
Penyihir - penyihir yang mengelabui mata 
Kebulan asap menyesakkan itu merenggut bunga - bunga mekar
Sungai berlumpur yang mencekik tenggorokan 
Serta tangisan kelaparan yang memekikkan telinga 
Dengan segenggam harapan di tangan 
Mereka terus merajut asa dan menggenggamnya erat 
Sambil terjaga menanti sinar keemasan dari ufuk timur 
Membawa kehangatan bagi dunia yang menyakitkan 
Memberi luapan kebahagiaan dan tawa
Sebagai karunia atas penantian panjang 


-Maya-

No comments:

Post a Comment