Hilir mudik kendaraan meramaikan jalanan yang sunyi
Tapi aku masih terdiam menunggu senja datang
Bersama lembayung keemasan yang hendak menutup hari yang letih
Aku duduk terpaku menghitung hari
Akankah hari itu akan datang ?
Semua bertanya dengan penuh harap
Burung yang berterbangan membawa berita gembira
Hari itu sudah dekat, bisiknya kepada sedikit dari mereka
Orang - orang gua yang bersembunyi ditengah kegelapan
Kegelapan dengan balutan tangis dan ketakutan
Penyihir - penyihir yang mengelabui mata
Kebulan asap menyesakkan itu merenggut bunga - bunga mekar
Sungai berlumpur yang mencekik tenggorokan
Serta tangisan kelaparan yang memekikkan telinga
Dengan segenggam harapan di tangan
Mereka terus merajut asa dan menggenggamnya erat
Sambil terjaga menanti sinar keemasan dari ufuk timur
Membawa kehangatan bagi dunia yang menyakitkan
Memberi luapan kebahagiaan dan tawa
Sebagai karunia atas penantian panjang
-Maya-
No comments:
Post a Comment