Aku benar-benar
bersyukur untuk semua pembaca fanfic aku di asianfanfiction.com,
7467 pembaca sukses membuatku semangat menulis fanfic lagi setelah
hampir setengah tahun vakum. Di sini aku akan menulis ulang ke dalam versi
Indonesia, semoga mirip lol :) Bagi kalian yang ingin membaca yang english
version silahkan kunjungi akun aku @maiybabo
di www.asianfanfiction.com. Judul fanfic ini adalah DANGEROUS LOVE dengan cast Krystal f(x), Kris, Nichkhun dan Victoria Song.
T H
E D A R K H A L L W A Y . .
Hari ini terasa
begitu lembab karena hujan terus turun, aku beranjak ke tempat baru, tidak -
mungkin kehidupan baruku. Setengah hati aku berjalan menuju rumah dengan
gerbang kayu milik ayah tiriku, Nichkhun Horvejkul. Aku meraih ransel yang ia
baru saja diturunkan dari bagasi, dan dia masih tersenyum. Ya, semua orang
dapat melihat betapa baiknya dia tapi tetap saja aku belum bisa memanggilnya ayah.
Bukankah aku sudah punya appa ? Pikirku. Eomma dan
Nichkhun telah melewati gerbang sementara aku masih berdiri di sini, masih ragu
melangkan sedikit lagi.
Aku tidak tahu apakah keputusanku meninggalkan kampung halamanku di Busan, tempat terhangat di penjuru Korea ke
tempat yang disebut Seoul ini akan menjadi keputusan yang tepat atau tidak.
Tidak akan ada sinar matahari yang hangat, angin sejuk, gemericik air dan pantai Busan yang selalu aku rindukan. Sekarang hanya ada kota metropolitan dengan orang - orang yang harus
aku waspadai.
Tapi aku harus lapang dada untuk
Victoria, eomma ku yang tersenyum bahagia di sana disisi Nichkhun. Eomma akan selalu menjadi bagian dihidupku yang
paling penting, jadi meninggalkan Busan bukanlah masalah besar. Selama
dia senang, begitupun aku - setidaknya aku mencoba. Selain
itu, Nichkhun adalah sosok yang baik untuk eomma. Alasan yang cukup untukku. 'Mari
membangun keluarga yang bahagia ' itulah ucap Nichkhun ketika kami meninggalkan Busan
beberapa saat lalu.
'Krys, ayolah sayang!' eomma melambai
menyela pikiranku, aku tersenyum padanya. Ku kumpulkan keberanianku, kutarik napas dalam-dalam sebelum kulangkankan kakiku. Inilah aku, bagian dari
Horvejkul. Nichkhun meraih tanganku, mulai sekarang kami adalah keluarga.
Aku dan Nich berhenti disebuah ruangan
kecil yang akan menjadi kamarku, aku tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan
ketika melihat wallpaper ungu yang dihias Nich, aku sangat menyukainya. ' Gumawo
.. ' lalu ia memelukku dengan lengan kekarnya itu. 'Saya juga
senang, Tuan putriku." Begitulah dia memanggilku, itu tidak hanya
panggilan tapi dia benar-benar membuatku merasa seperti seorang putri. Apakah
aku berlebihan? mungkin.
'Ibumu sibuk di dapur barunya, jadi akmu
harus mengurus barangmu sendiri. oke?' wajahnya terlihat bersalah karena tidak
dapat membantuku. Aku menggeleng. "Kami menunggu di bawah, dia memasak
samgyupsal dan kimchi soup." bisiknya, menepuk bahuku sebelum menghilang
dari pandangaku.
Aroma menggoda membawaku ke dapur di mana
eomma dan Nich berada, 'Hi dear ..!' eomma menyambut dengan
aegyo yang membuat Nichkhun cekikikan gemas. "Bagaimana barang - barangmu?
' mata Nichkhun mengarah padaku. "Beres" Aku ambil kursi di
samping eomma . Di meja makan aku melihat samgyupsal, nasi
goreng, kimchi soup dan pumpkin pancake buatan Nichkhun. Aku harap tidak
sekeras terakhir kali, Nichkhun mengamatiku seksama saat ku ambil sepotong
puncake buatannya. Senyum terbit di wajah tampannya saat aku mengambil sepotong
yang lain. 'Rasanya cukup enak' pikirku.
' Yeobo , bukankah kau
sudah menemukan sekolah baru untuk Krystal? ' eomma membuka
topik baru. Tidak terpikir olehku untuk pergi ke sekolah secepat ini, kami baru
saja tiba di Seoul dan perlu adaptasi. Meskipun aku sudah membuat planning
selama di pesawat, Sungai Han, Namsan Tower, Museum Beruang, Dongdaemun
setidaknya untuk minggu ini. "Secepat itu? ' Aku menarik napas
berat. "Kami tahu sayang, kami minta maaf. Kau harus mengejar
pelajaran karna sudah memasuki tengah semester jika kau ingin ikut ujian.'
jelas Nichkhun menangkap kekecewaan di wajahku. "Kami menginginkan
yang terbaik untuk kamu sayang .. 'tambahnya. ' I got it!' Itulah yang ku
katakan. Apa lagi yang bisa aku lakukan? aku lebih memilih melanjutkan makan
malamku.
Aku terdiam di balik kursi penumpang,
menonton pejalan kaki yang memadati Insandong. Sebuah pusat perbelanjaan
di distrik Jongno-gu, Seoul. ' Kajja ! ' eomma menarik
tanganku dan sekarang aku terjebak diantara orang yang hilir mudik. Aku
benci keramaian. Bukankah lebih menyenangkan untuk menghabiskan malam di
sungai Han yang tenang? Tapi aku harus segera menghilangkan pikiran ini
karena eomma bersikeras datang ke tempat
ini. kebahagiaannya adalah yang terpenting, aku cukup senang melihat dia
berjalan dari satu toko ke toko lain seperti anak kecil tanpa beban sementara
aku dan Nichkhun hanya tersenyum mengamati
perilakunya. Mungkin itu sebabnya Nichkhun sangat mencintainya.
'Sayang, lihat tas ini! sangat cocok
untukmu bukan? ' eomma mengambil tas ungu dan memintaku
mencobanya. Aku memberinya ekspresi tidak nyaman khasku "Bukankah kau menyukai ungu??" tanyanya bingung. Aku
memang suka ungu, tapi tidak semua barang yang aku beli harus berwarna ungu
bukan?? Well, selera kita berbeda, eomma sangat senang
memakai warna - warna ceria sementara aku lebih suka warna yang sedikit
gelap. Tidak hanya itu, kepribadian kami juga bertentangan sekali, eomma adalah sangunis ceria sementara aku
melankolis yang sedikit introvet . Setidaknya kita saling melengkapi
:)
"Bagaimana kalau ini ?" Suara
Nichkhun terdengar, aku mengarahkan mataku pada sosoknya. Dia mendekat membawa
ransel biru tua yang menarik perhatianku. 'Seragam barumu biru cerah, jadi aku
memilih ini. " Aku mengangguk, I really like it. Dia bergegas ke kasir
sementara aku dan eomma menunggu di sofa dekat jendela. Aku
melirik jam, hampir jam 9 pm. Angin mulai bertiup dingin, kami masih berjalan
menyusuri Insandong. Langkah demi angkah, aku merasakan sesuatu yang aneh.
Mengapa waktu tampak sedikit lebih lambat? Aku bisa mengambil dua langkah
dalam satu detik dengan kecepatan yang masih sama. Aku menatap sekitar,
angin bertiup lebih lambat seperti saat menset slow motion pada sebuah vidio.
Aku mengerutkan keningku melihat ekspresi aneh Nichkhun, ia tampak begitu cemas
sambil melihat sekeliling, mencari sesuatu tampaknya.
Sekarang aku melihat
jam raksasa di salah satu toko , 09.10 pm. Kami sudah berjalan
cukup jauh dari toko tetapi hanya membutuhkan waktu 10 menit? Aku semakin
bingung. Aku melihat jam diponsel dan tentu saja, 9:10. Ketika ku melihat
jam lagi, betapa terkejutnya aku melihat jam sudah di angka
9:30? Apa yang terjadi? Aku berhenti sejenak, mencoba mencerna apa yang
baru saja terjadi. Bukankah aneh, waktu terasa sangat lambat pada awalnya
dan dalam sekejap menjadi begitu cepat?
'Krys? " eomma menepuk
bahuku. ' Whaeyo ? "Kataku sedikit terkejut. "Kau
diam di sana selama satu menit, apa yang kau pikirkan sayang?" eomma bertanya dengan ekspresi
kebingungan. ' Anio,!" Apakah hanya aku yang merasa
aneh? mengapa tampaknya semua orang tidak menyadari? atau ini hanya
permainan imajinasiku? Entahlah.
' Yeobo , aku pikir kita
harus pergi dari sini. Krystal mungkin ingin pergi ke sungai
Han. ' kata Nich mengejutkanku. Aku baru saja memikirkan keindahan
Sungai Han, ajaib - seperti dia bisa menebak pikiranku. Wajahku awalnya
berawan berubah cerah setelah mendengar bahwa kami akan menuju Sungai
Han. Tapi mengapa dia tiba - tiba ingin meninggalkan tempat ini ? wajahnya masih terlihat begitu gelisah.
Keberuntungan tidak berada di sisiku, langit yang berawan menyambut kami sesampaianya di sungai Han menutupi bintang - bintang yang terang itu. Nichkhun dan eomma berjalan bergandengan sambil bersenandung sementara aku masih dibelakang mereka, sendirian. Aku tidak ingin mengganggu waktu mereka, jadi biarlah seperti ini saja. Mereka berdua akan menghabiskan malam disebuah cruise tanpa aku, walaupun aku menghabiskan seluruh hidupku di Busan tapi entah mengapa aku punya mabuk laut yang parah. Mereka menatapku dengan wajah menyesal tapi aku membalasnya dengan senyuman 'aku baik - baik saja'.
Aku melangkah di jalanan yang sepi masih menerawang ke sungai Han, setidaknya hatiku sedikit tenang. Aku berhenti disebuah bangku taman tepat dibawah pohon, menatap lurus ke langit membayangkan ribuan bintang yang berkelip. Betapa indah ! Mungkin inilah kenapa aku tidak terlalu punya banyak teman dan membuat eomma khawatir.
Keberuntungan tidak berada di sisiku, langit yang berawan menyambut kami sesampaianya di sungai Han menutupi bintang - bintang yang terang itu. Nichkhun dan eomma berjalan bergandengan sambil bersenandung sementara aku masih dibelakang mereka, sendirian. Aku tidak ingin mengganggu waktu mereka, jadi biarlah seperti ini saja. Mereka berdua akan menghabiskan malam disebuah cruise tanpa aku, walaupun aku menghabiskan seluruh hidupku di Busan tapi entah mengapa aku punya mabuk laut yang parah. Mereka menatapku dengan wajah menyesal tapi aku membalasnya dengan senyuman 'aku baik - baik saja'.
Aku melangkah di jalanan yang sepi masih menerawang ke sungai Han, setidaknya hatiku sedikit tenang. Aku berhenti disebuah bangku taman tepat dibawah pohon, menatap lurus ke langit membayangkan ribuan bintang yang berkelip. Betapa indah ! Mungkin inilah kenapa aku tidak terlalu punya banyak teman dan membuat eomma khawatir.
Kakiku mulai membuat irama dengan hentakan lembut, sudah hampir 45 menit tapi dua sejoli belum juga kembali dari kencan romantis mereka. Haaaahh, untuk kesekian kalinya aku mendesah. Bosan mulai melandaku, ku jelajahi sekeliling menemukan sesuatu untuk dilakukan atau dilihat. Mataku tertuju pada seekor anjing kecil yang tertidur pulas ditengah jalan. Aku bangkit dan hendak melangkahkan kakiku kearahnya, aku tersentak. 'Apa itu tadi ?' Batinku semenjak tenggorokanku membeku tak bisa mengeluarkan sepatah katapun. Aku baru saja melihat seorang pria berdiri di atas atap gedung itu, dalam sekejap dia hilang dan muncul lagi berjalan masuk kedalam lorong gelap. Bukankah tidak mungkin seseorang dapat berpindah tempat secepat itu? maksudku, dia baru saja berdiri di atas gedung berlantai 3 dan kurang dari satu menit dia sudah muncul di dekat lorong yang jaraknya sekitar 10 meter, anehnya tidak terdengar suara lompatan atau apapun. Apa yang sebenarnya terjadi? does my imagination played with me ? I shook my head.
-Authored by Maya -
Jangan ragu menulis kritik atau saran ya! itu sangat berarti dan membantu :) thanks!
Tons of love from me ..

No comments:
Post a Comment