Suatu sore aku lagi nunggu client di La Teraza, baru kali ini aku nunggu loh biasanya foreigners itu anti yang namanya ngaret! Mereka biasanya akan datang paling telat 15 menit sebelum waktu janjian. Hihihiii.. Sambil menikmati suara GDragon 'That XX' rasanya agak cocok sama suasana hati aku sekarang. lol
Sore itu nggak terlalu rame sih, cuma aku dan beberapa bule belanda paruh baya. Salah satu blonde dari mereka bilang kalo corak rok aku bagus - waktu itu aku pake rok songket ungu muda. *jadi malu
Walaupun aku nggak lancar seenggaknya aku lumayan ngerti apa yang lagi mereka omongin.
'Dankje.. ' Aku senyum lebar buat pujiannya. Dia agak kaget, yah gini - gini kalo cuma ngomong makasih mah aku bisa - belagu banget sih ! Wah, kamu bisa bahasa belanda ya ? katanya, aku cuma geleng - geleng aja, ' Ik leer betje dutch met mijn vriend.' untungnya aku masih inget percakapan yang sering aku pake sama Roberto. Kami kemudian kenalan, ' Ik ben Maya, ik kom uit Mataram ' begitulah perkenalan singkatku. ahahahahaaa. Menit - menit selanjutnya kita masih ngobrol dengan bahasa belandaku yang ke inggris - inggrisan. Hahahahahaaaa..
Aku ngelirik jam, eh udah lewat 20 menit aja - belom ada tanda - tanda kedatangan. I order another orange juice then. Sekarang di meja sebelah kiriku ada pasangan Thailand dengan anak perempuannya yang lucu banget. Tiba - tiba dia si bapak menghampiri aku membawa guide booknya, ' Excuse me, am I disturbing you ?' tanyanya ramah. ' No, what can I do for you?' aku mempersilahkannya duduk. Dia membuka lembar demi lembar guide book lomboknya dan menunjuk gili nanggu, 'How to go there?' Aku saranin dia naik taxi ato rental mobil kemudian naik public boat. Then dia nanyak biaya, aku bilang kalo naik taxi ato rent mobil gak jauh beda - sekitar 350 ribu rupiah perkiraanku kalo cuma one way. ' And the boat ?' tanyanya lagi. ' Around 10.000 rupiahs per person, very cheap I think.' jawabku. Dia senyum dan bilang, ' Yeah but probably for us it would be 30.000 or 40.000 rupiahs.' dengan nada bercanda. Aku hanya senyum, cukup ngerti apa yang dia maksud. Emang sih di kebanyakan tempat - tempat wisata ada beberapa produk yang punya klasifikasi harga. Duh bahasanya ! Biasanya para penyedia mengenakan harga khusus untuk tamu lokal dan asing alias bule. Selisih ? hmm.. itu tegantung pihak penyedia - ada yang selisihnya beberapa puluh ribu ada juga yang sampai ratusan ribu.
Aku akhirnya gabung dimeja mereka, ternyata namanya TOP - persis personil Big Bang . keluarga Mr Top berasal dari Pukhet. Mr Top menceritakan banyak hal tentang Pukhet dan Thailand, pantai Patong yang indah, Tuk tuk - alat transportasi khas Thailand, makanan khas Thailand seperti pad thai, som tam dan sebagainya. Kami bertukar banyak informasi, tempat - tempat menarik, kebudayaan khas dan juga bahasa. ' Khob khun kha..' adalah terima kasih dalam bahasa Thai.
Mr Top adalah traveler sejati, dia udah menjelajah semua benua loh! Dia sudah 5 kali ke Indonesia dan ini pertama kalinya beliau berkunjung ke Lombok bersama istri dan putri kecilnya. namanya Hom kalo nggak salah. Dia cerita pengalaman - pengalamannya selama jadi backpacker, terutama topik ' harga lokal dan asing '. Bagi Top, ia terlebih dahulu mengumpulkan sebanyak informasi sebelum mengunjungi sebuah negara/tempat. Karna jika tidak bisa jadi dia bakal jadi sasaran tipu oknum - oknum tidak bertanggung jawab, seperti yang ia alami beberapa tahun lalu saat hendak ke pulau komodo. Katanya selisih harga tiket yang dia beli sama agen sampe 700 ribu loh !
Makanya dia bilang sekarang dia lebih jeli lagi, ampe kadang nawarnya bikin orang nangis ! Gimana nggak masa dia nawar 8 jam tour yang seharusnya 550 ribu jadi 250 ribu ? -_- dan dia cuma ketawa liat ekspresiku. Aku jadi inget si pak Arif yang dikasi tip Rp1000 sama orang Australia gara - gara tamunya nggak tahu kalo Rp 10000 = $1. 'nol'nya kebanyakan sih...
' I dont mind about money Maya, but I just dislike being fooled.'
Nggak ada satu orang yang pengen dibodohin, begitu juga mereka. Jadi jujur adalah kuncinya temen - temen. Kalo mereka udah nyaman dan percaya sama kita, pasti deh akan ada hal positif yang kita dapat baik itu link, friendship dan sebagainya. Kalo menurut aku nggak ada tuh wisatawan pelit - kalo irit baru ada. Itupun karna budget yang mereka punya terbatas jadi cermat banget mengeluarkan uang. heheheheheee..
-Maya-
Aku akhirnya gabung dimeja mereka, ternyata namanya TOP - persis personil Big Bang . keluarga Mr Top berasal dari Pukhet. Mr Top menceritakan banyak hal tentang Pukhet dan Thailand, pantai Patong yang indah, Tuk tuk - alat transportasi khas Thailand, makanan khas Thailand seperti pad thai, som tam dan sebagainya. Kami bertukar banyak informasi, tempat - tempat menarik, kebudayaan khas dan juga bahasa. ' Khob khun kha..' adalah terima kasih dalam bahasa Thai.
Mr Top adalah traveler sejati, dia udah menjelajah semua benua loh! Dia sudah 5 kali ke Indonesia dan ini pertama kalinya beliau berkunjung ke Lombok bersama istri dan putri kecilnya. namanya Hom kalo nggak salah. Dia cerita pengalaman - pengalamannya selama jadi backpacker, terutama topik ' harga lokal dan asing '. Bagi Top, ia terlebih dahulu mengumpulkan sebanyak informasi sebelum mengunjungi sebuah negara/tempat. Karna jika tidak bisa jadi dia bakal jadi sasaran tipu oknum - oknum tidak bertanggung jawab, seperti yang ia alami beberapa tahun lalu saat hendak ke pulau komodo. Katanya selisih harga tiket yang dia beli sama agen sampe 700 ribu loh !
Makanya dia bilang sekarang dia lebih jeli lagi, ampe kadang nawarnya bikin orang nangis ! Gimana nggak masa dia nawar 8 jam tour yang seharusnya 550 ribu jadi 250 ribu ? -_- dan dia cuma ketawa liat ekspresiku. Aku jadi inget si pak Arif yang dikasi tip Rp1000 sama orang Australia gara - gara tamunya nggak tahu kalo Rp 10000 = $1. 'nol'nya kebanyakan sih...
' I dont mind about money Maya, but I just dislike being fooled.'
Nggak ada satu orang yang pengen dibodohin, begitu juga mereka. Jadi jujur adalah kuncinya temen - temen. Kalo mereka udah nyaman dan percaya sama kita, pasti deh akan ada hal positif yang kita dapat baik itu link, friendship dan sebagainya. Kalo menurut aku nggak ada tuh wisatawan pelit - kalo irit baru ada. Itupun karna budget yang mereka punya terbatas jadi cermat banget mengeluarkan uang. heheheheheee..
-Maya-