I N T R O V E R T
“ Sayang, kemarin ibu
mengobrol dengan Nyonya Ramsey yang memesan 500 Cinnamon roll minggu lalu. Ternyata
putrinya satu sekolah denganmu. “ ibu membuka pembicaraan lain.
“ Yup, Helena Ramsey. “
jawab ku datar.
Si rubah Ramsey itu, menganggap dirinya Kendal Jenner. Dia,
Joane Alison dan Pamela Barnett membuat sebuah gank SMA yang membuatku muak. Gadis
– gadis manja yang hanya tau bagaimana menghabiskan uang, mereka terbiasa
keluar masuk restaurant kelas atas tetapi menganggap Buffalo Chicken terbuat
dari daging banteng, atau yang lebih parah, saat Helena Ramsey mengatakan
Quebec berada di benua Eropa. Kau boleh tertawa sampai rahangmu keram.
“ Ibu menawarkan diskon
karena dia akan menggunakannya untuk acara amal, tapi dia menolaknya dengan
sangat, well - rendah hati. “ ibu terdengar ragu.
“ Untuk dibagiakan kepada
seluruh sekolah, tepatnya. Atas terpilihnya Helena Ramsey sebagai ketua pemandu
sorak SMA kami. “
“ Apa ? kau bercanda? 500
cinnamon roll ? ”
“ Kukira itu tidak
ada apa – apanya jika dibandingkan luas peternakan dan property yang mereka
punya, Bill Ramsey. Aku membacanya di Koran pagi ini. “ tambah Nicholas. “ Well
nona – nona, kita sudah sampai."
______________________________________________________________
Aku menghabiskan jam
istirahat di koridor gedung bekas perpustakaan di lantai 3 yang tak pernah di lalui
siapapun. Aku bisa melihat hampir seluruh sekolah dari sini, anak – anak yang
sedang bermain basket di hari se – terik ini demi teriakan anak – anak
perempuan kelas satu. Dan gadis – gadis itu sangat gila, maksudku, Pamella
Barnett pernah menyimpan handuk bekas keringat Alex Boston saat kami kelas satu
dulu. Aku ingin muntah, yang benar saja!
Aku membuka lembar ke 90
‘Gone with the wind’ nya Margaret Mitchell hadiah dari Nicholas yang baru
sempat ku baca. Ku teguk sedikit jus apel dingin yang barusan kubeli dari
kantin, rasanya sangat menyegarkan membasahi tenggorokanku.
Walaupun aku tidak terlalu
suka bergabung dengan anak – anak itu, aku suka mengamati mereka semua dari
sini. Bagaimana interaksi mereka satu sama lain, tertawa, bertengkar, begitulah
aku menghabiskan waktu ku yang membosankan ini.
Reaksi manusia bisa mereka
manipulasi sendiri, tetapi jika kau perhatikan dengan teliti bahasa tubuh
mereka menyampaikan kebenarannya. Bagaimana si pirang Alison berusaha tetap
‘terkesan’ dengan bualan Helena Ramsey tentang koleksi musim panas Kitten de Amor miliknya,
agar dia tetap bisa diakui. Aku telah banyak melihat hal – hal semacam itu
bagaimana mereka menelan bulat – bulat kekesalan dan ketidaksukaan lalu berkata
“ Demi Poseidon yang Agung!, keren sekali!”
Begitulah manusia lebih menyukai kebohongan yang manis
dan berlari sejauh mungkin dari kebenaran jika menurut mereka pahit. Melakukan apapun untuk menyeyangkan orang lain, kau tau hidup itu tetang berapa banyak koneksi yang kau punya. Dengan koneksi yang bagus, karir dan hidupmu akan berjalan mulus. Apa kau juga punya persfektif yang sama tentang konsep hidup? Nicholas tampaknya punya pandangan yang sedikit berbeda dari kebanyakan manusia yang kutemui. Nicholas, yang sepanjang hari bertingkah seperti Gagman di depan kami, kadang bisa sangat bijaksana.
Untuk menikmati anggur di Valhalla, bangsa Viking harus pergi berperang. Medan perang mu saat ini kasat mata, manusia dan sifat - sifatnya. Mereka bahkan lebih mengerikan bukan? Jika kamu bisa mengatasinya, anggur terbaik Asgard ada di tanganmu. Itulah yang selalu Nicholas katakan padaku.
“ Sera, kau Sera bukan? “
sebuah suara menahan langkahku menuju kelas di penghujung jam istirahat. Saat
aku berbalik, ku lihat Dave berdiri tepat di belakangku.
“ Hei, kau diam saja. Jawab
aku ! kau Sera kan? ”
Aku mengangguk.
Ia tampak mengamatiku dari
ujung kepala hingga ujung kaki kemudian memberiku ekspresi yang aneh. Apa aku
terlihat bodoh? Apa yang dipikirkan anak ini, entahlah.
“ Kenapa aku tidak pernah
melihatmu, Sera? Padahal kita satu kelas. Sangat aneh.”
“ Tidak sama sekali, karena
kau hanya masuk beberapa kali dalam seminggu. “ jawabku agak ketus, dia
terkekeh.
“ Cepatlah, tentang apa ini
Dave? Kau punya waktu 5 menit.”
Suaraku terdengar ketus dan dingin, dia
menyipitkan matanya sorot matanya menembus kedalam mataku. Membuatku,
katakanlah – merasa aneh. Kami masih berdiri disana beberapa detik kemudian.
Aku selesai menghitung dalam hati dan anak ini masih tidak berkata apapun,
baiklah Sera, kau baru aja membuang 5 menit mu yang berharga. Aku melanjutkan
langkahku, meninggalkannya yang masih membeku disitu.
“ Hei Sera! Aku belum
selesai, cepatlah kembali !"
____________________________________________________________
“ William, apa kau kenal
gadis kutu buku yang duduk disana? Aku terkejut ternyata dia tahu namaku, ‘Tentang
apa ini Dave” seperti itu. Begitulah dia menyebut namaku”
David Larsson, bermata biru dan berambut perak khas orang Skandinavia. Ia berbisik kepada William dengan suara yang keras, cukup keras untuk didengar seluruh kelas. Semua anak
sontak bertukar pandang sebelum memandang kearahku. Seketika aku menjadi sangat
gugup, bertambah gugup saat mendengar langkah Dave mendekat kearahku. Apa yang
akan dilakukannya? Aku tidak punya keberanian untuk menaikkan pandanganku dari
meja karena mereka semua masih memandangku.
“ Oh ya? Apa kalian pernah
bicara sebelumnya?” timbal Wiliiam, si jangkung teman sebangkunya.
Dave terlihat bepikir sejenak.
“Nope, ku rasa karena aku cukup popular.”
Yang benar saja? Popular?
Aku ingin terawa sekencang – kencannya, anak ini benar - benar sakit. Aku terkekeh pelan. Bisa - bisanya dia berpikir demikian.
Tak kusadari Dave sudah hanya beberapa langkah dari mejaku, ku lihat mata hijaunya mengamati ku. Sial, apa yang diinginkan orang ini? Aku tak menghiraukannya, ku buka lembar demi lembar buku, berharap dia segera pergi.
" Hei, apa yang salah dengan mu? mengapa kau terus mengacuhkan ku?"
" Sebentar lagi kelas Professor Sullivan akan dimulai. Silahkan katakan yang kamu inginkan." Mungkin aku terdengar sedikit ketus, atau terlalu ketus? Ku lihat garis wajahnya sedikit berubah. Kemudian dia berbalik dan kembali ketempatnya. Tunggu, apakah aku keteraluan padanya?
Bersambung
Ada typo di kata gedung dan perpustakaan 😁
ReplyDeleteDone! Thank you 😁
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDelete