Thursday, 17 July 2014

Asa Untuk Jiwa Yang Letih


T E R I S A K . . . 

Langit tampak begitu muram di hari yang letih
Ku hadapkan wajahku yang mendung ke arah langit 
Berharap mendapat jawaban atas untaian gundah yang sedang membelenggu
Dia hanya terdiam dan hanya menunjukkan kesedihannya
Mata yang sudah mengantuk pun terpejam
Terbuai hembusan angin yang kering di tengah sabana sunyi
Ku lihat sosok muncul dihadapanku
Menawarkan berjuta tawa dan senyuman
Senyum pun tersimpul di pipi
Ternyata aku tak seorang diri batinku
Dedaunan yang berjatuhan mengiringi langkah kaki
Ku ingin menggapainya, kehangatan yang terpancar itu
Langkah demi langkah ku tempuh
Tapi tak jua membawaku padanya
Bukankah dia terlihat begitu dekat?
Waktu seakan tak ingin menyatukan
Rintihan terdengar dari bibirku yang sudah pucat
Menahan perih melangkah diatas bebatuan tajam yang menyakitkan
Mata terpejam erat menahan sayatan yang kian menyakitkan
Saat kubuka  mata
Aku tersadar sosoknya telah hilang 
Itu hanya bayangan semu yang meninggalkan luka
Langit yang menyaksikan semakin terisak
Tangisannya tak terbendung membasahi raga
Bersama luapan kekecewaan dan kesedian
Tetesan hangat mengalir deras dari ujung mata
Dunia tampak begitu kejam 
Tidak meninggalkan hal indah untuk dikenang 
Ku lepas semua asa yang sekian lama aku perjuangkan
Hingga titik dimana kenyataan membangunkanku
Melepas masa - masa yang menjanjikan impian semu
Ku kumpulkan asa untuk kembali melangkah
Keluar dari daratan kering dengan bunga - bunga yang layu
Menuju padang rumput hijau yang akan memanjakan jiwa yang letih
Dengan buaian angin yang sejuk bukan angin kering yang berdebu
Sinarnya akan menyembuhkan semua luka 
Memeluk kebahagiaan sejati yang kekal 

- Maya - 


1 comment:

  1. Admin akan sangat senang jika pembaca meninggal pesan, kesan atau request ^_^ Admin would truly glad if you leave any comment or request.. Thanks for visiting my blog..

    Regard,
    Maya <3

    ReplyDelete