Friday, 5 September 2014

Lost In The Island - Gili Sudak -




S E P T E M B E R   C A M P I N G . .

Dipenghujung Agustus kemaren aku dan teman - teman memutuskan untuk menyambut september ceria di Gili Sudak. Gili - itulah sebuatan untuk pulau - pulau kecil yang ada disekitar Lombok. kalian mungkin familiar dengan gili Trawangan, Gili Air, gili Meno dan yang lagi naik daun sekarang gili Nanggu

Well Gili Sudak memang asing ditelinga kita termasuk aku, this is my first time coming here! Thanks for Yande yang udah ngasi kita akses buat liburan kesini :) Gili Sudak terletak di kabupaten Lombok Barat tepatnya di Sekotong Tangah. Kami berangkat dari Mataram sekitar pukul 4 sore menggunakan sepeda motor menuju arah Gerung. Kami adalah.. Maya, Icha, Firman, Yudi, Imron, Irfan, Alex, Yande dan Prana. Jarak yang harus kita tempuh kira - kira 40 kilometer.






Pecah Ban ! Oh no.. !!

Ngecek kondisi motor emang kudu wajib kalo mau traveling biar gak ngalamin nasib kayaq kita. Memasuki area sekotong motor beat hitam yang aku ama Firman pake pecah ban, untung aja pecahnya pas didaerah berpenduduk dan terpenting ada bengkelnya. Kami pun singgah sekitar 20 menit sembari mengisi perut. Setelah motor beres perjalananpun dilanjutkan. Get ready guys!!


Untuk sampai disana kita punya dua jalur pilihan, lewat atas dengan medan yang agak terjal atau lewat bawah mengikuti jalur pantai. Kami memilih jalur atas karna lebih cepat terlebih hari sudah semakin sore takut boat nggak bisa nyebrang. 






Jam sudah menunjukan pukul 5.30 sore sementara kami baru memasuki area Sekotong Tengah. Tapi ada baiknya juga sih jalan sore, matahari nggak terlalu terik ditambah angin sepoi - sepoi bikin mata bawaannya ngantuk. Aku hampir aja ketiduran di atas motor, langsung aja pasang headset set the volume up ! Pemandangan diperjalanan juga nggak kalah bagus kok, bukit dan gunung yang dihiasi pepohonan hijau cukup menyegarkan mata dan pikiran. Kamipun masuk ke sebuah jalan kecil tanpa aspal, jalanannya berdebu dan nggak rata - jadi harus hati hati banget jangan sampe kepeleset. Dikiri dan kanan jalan ditanami pohon jati dan radius 100 meter kita mulai menjumpai petani garam dan penambang emas. Sekitar 1,5 km kami udah sampe di dermaga, sore itu airnya agak surut. Sembari menunggu boat kami duduk di gazebo milik seorang bapak baik hati ( boat rental ) tempat kami menitipkan motor dua hari kedepan.





Welcome To Your Private Island !

Hari udah mulai gelap, menandakan sang mentari hendak pulang keperaduannya. Tapi tak menghalangi semangat kami untuk tetap menyebrang ! Sekitar jam 5.40 kami dah buru - buru naik ke perahu, buat naik boat ini murah kok cuma Rp 10.000/orang one way. Boatnya nggak terlalu besar sih maksimal muat 10 orang aja. Nah ada tips nih, kalo berangkat usahain pake celana pendek aja karna kita harus jalan sekitar 100 meter dari tepi - airnya selutut. Barang yang kami bawa juga nggak terlalu banyak, cuma keperluan pribadi, tenda, kompor, dan alas so kapalnya nggak overload deh.






Suara lembut ombak mengiringi laju kapal kami, di barat cahaya keemasan sudah mulai terlihat. Ini pertama kali aku nikmati sunset posisi di boat - ditengah laut. Such as a great feeling ! Matarahrinya pas lagi bulet banget dan warnanya persis kuning telur. Perut jadi bunyi deeh, maklum dari siang lupa makan saking excitednya. Ternyata nyebrangnya cepet banget nggak lebih dari 10 menit ! jadi buat yang punya mabuk laut pasti nggak terasa deh..




Welcome to the island guys !! Sekitar jam 6 sore kita udah nyampe di Gili Sudak. 'welcome to our 'private - like' island, there are only you and me' mungkin sambutan yang tepat buat kami. You know what ? emang bener - bener nggak ada orang selain beberapa staff bungalow. Maklum gili ini tidak terlalu ramai pengunjung terutama jika sudah sore seperti ini. Di Gili sudak cuma ada sebuah bungalow dengan harga Rp 350.000 untuk standart room dan Rp 600.000 untuk deluxe roomnya. Restoran juga cuma dua, mereka menyediakan berbagai masakan seafood. Rumah penduduk disini terbuat dari ilalang dan bambu, jumlahnyapun nggak lebih dari 5 rumah kok disepanjang pesisir pantai. Ditengah - tengah pulau cuma ada pepohonan hijau bak hutan belantara. Fee ready to get lost !

Menginjakan kaki di pasir putih Gili Sudak kami langsung disibukkan mencari spot untuk kemah, yang datar, berumput, rindang  dan nggak jauh dari pantai. We found it ! perfect ! Lokasi kemah kami nggak begitu jauh dari restoran tadi, aku dan Icha ditenda biru, Imron, Yudi, Alex dan Irfan ditenda coklat sementara Yande sama Prana ditenda orange. 



The day getting dark and our stomach getting hungry, dengan budget terbatas nggak mungkin donk makan direstoran! Yah nyalakan kompor dan memasakpun dimulai. Malam itu anginnya cukup kencang bikin air yang lagi dimasak tak kunjung mendidih padahal semua udah mengitari kompor mau nyeduh kopi. Rasanya seperti orang yang nggak pernah makan seminggu deh, ngeliatin panci dengan muka penuh harap :) Makan malampun siap, nggak pake lama langsung ludes des des..

Semakin lama makin berasa sepinya ini pulau, bener bener kayaq pulau pribadi dah ! Ngabisin malam nongkrong dipinggir pantai sambil nyanyi dan main gitar. Aksi konyol temen - temen juga bikin sore itu jadi spesial banget :) Its been long time ago, bernostalgia ke masa - masa sekolah.

Alex - Firman - Irfan dan Yudi


Hari semkian larut dan anginpun bertiup tambah kencang.. brrrrrrrrrr. Aku udah kedinginan banget dan masuk ke tenda aja. Yang lain pada protes aku tidur kecepetan, but I really need some sleep now! ternyata didalem juga masih dingin walaupun aku udah pakai jaket, syal plus kain pantai. Frezeeee!! Apalagi dipuncak Rinjani ya? nggak kebayang dinginnya, bisa - bisa hipotermia aku :)

Padahal lagi asik - asiknya tidur, Yudi - Irfan - Firman masih betah gangguin. 'Maya tisu mana?' 'Maya ini nyalainnya gimana?' sampe sekitar jam 10 malem aku akhirnya keluar nggak bisa tidur. Alex sama Prana masih dipantai - nyanyi. And something amazing comes !! Irfan ngajak kami ngeliat mahkluk biru kelap kelip gitu, entah itu mahkluk namanya apa nggak tau. Dia nyatu sama pasir pas kita injak injak pasir mahkluk itu muncul warna biru, kontras banget sama suasana gelapnya.

Setelah puas main air aku dan Icha kembali ke tenda, ready to sleep sementara para cowok masih ribut aja di luar sana. Aku dan Icha nyempetin curhat - curhatan dulu, maklumlah cewek we need some ladies time out of the boys. Jam setengah 4 pagi aku denger mereka baru masuk tenda ? 4.30 subuh? really -_-

To be continue..

-Maya-


No comments:

Post a Comment