Monday, 8 September 2014

Memutar Kembali Kisah Lama



M E M O R I   U S A N G  Y A N G   M E M U A K K A N . .

Untuk kesekian kalinya aku harus memutar kisah yang sama, membuka kembali film bisu yang sudah ku tinggalkan bersama debu dalam kenangan usang. Untaian kata yang ku rangkai mungkin belum cukup menyenangkan hatimu yang terbakar amarah. Semua tak seperti yang kau ingin lihat dan dengar bukan ? Aku tahu pasti sekelumit kalimat di kepalamu, tapi aku diam dalam bisu. Telingaku letih dengan pekikan, mataku letih dengan sejuta tanya, aku mulai muak dengan semua ini.

Langit telah berganti wajah dengan senyuman riang penuh tawa, tapi kau tetap melempar gejolak dari panasnya panah api itu. Bisakah kau berhenti ? Ku ulangi lagi, bisakah kau berhenti ? untuk terakhir kali ku katakan, bisakah kau berhenti ?

Kau tetap disana, berdiri sendirian merintih dalam kesedihan di masa - masa suram yang telah ku tinggalkan. Walaupun dagu menjulang tinggi mengatasnamakan harga diri, ku tahu pasti kau menjerit dalam pilu. Sudahlah.. sampai kapan kau akan seperti ini ? Meniup awan hitam mengundang badai. Menyerahlah.. hidup terlalu indah untuk dilewatkan. Aku harap kau akan terbangun dari buaian perasaanmu itu. Kau malah mencoba menarik mereka yang terbang mengepakkan sayap ke angkasa dengan batu kebencian. Ini sungguh pemandangan yang membuatku muak! Aku muak.. sungguh !!!

Bisakah kau berkaca pada dirimu sendiri ? Betapa kejam tanganmu yang membelenggu mereka dalam kesedihanmu. Lepaskanlah mereka dan lihatlah dirimu! Mengapa kau hanya sendirian tanpa kasih dan balutan cinta ditengah badai sedingin ini? Puncak sudah menunggu disana, coba lihat dan rasakan gelora kemenangan itu. Menghadirkan mendung tak akan membuatmu lebih baik dan bahagia. Jika kau hapus ke-aku-an itu, kau akan temukan kebahagiaan yang tersembunyi.


-Maya-

No comments:

Post a Comment